Keinginan untuk membesut komposisi-komposisi bengis berkontur grindcore akhirnya benar-benar diwujudkan oleh Abrakadaver, sebuah unit musik cadas asal Kota Pahlawan, Surabaya. Pada 12 November 2019 lalu, mereka telah menyalak lewat single debut bertajuk “Say No To Oppression”. Lagu tersebut sekaligus membuka jalan menuju perilisan album mini (EP) yang dicanangkan meletup pada pertengahan 2020 mendatang.

Abrakadaver sendiri merupakan proyek grindcore dari bassis Kokoh Wardoyo dan gitaris Gelar Ali, yang dimulai sejak 2018 lalu. Kokoh Wardoyo yang sebelumnya sudah dikenal lewat band Hi Mom! ingin merasakan passion yang lebih pada musik grindcore, sehingga ia pun berinisiatif membentuk band bersama Gelar Ali (Titikkoma) dengan nama Bakalrusuh pada 2016. Namun setelah vokalis Mares Widiyanto dan dramer Abyan Eno Saputra dari Firebender ikut bergabung, Bakalrusuh pun berganti nama menjadi Abrakadaver.

“Say No To Oppression” dan lagu-lagu Abrakadaver lainnya diciptakan cukup singkat. Menurut pengakuan pihak band kepada MUSIKERAS, lagu-lagu tersebut rata-rata lahir ketika mereka jamming di studio.

“Seketika itu juga selesai beberapa lagu. Hanya lirik yang butuh waktu beberapa lama, sekitar seminggu sampai dua minggu untuk menggarap lirik beberapa lagu sekaligus. Single direkam di studio Musical Sidoarjo oleh Frans Ferian,” ungkap Abrakadaver.

Lebih jauh tentang konsep musik di single “Say No To Oppression”, secara mendasar Abrakadaver menerapkan grindcore yang lurus, cepat, dan bahagia. Namun setiap lagu selalu disilangkan (crossover) dengan genre lain. Bahkan untuk single tersebut, juga ada pengaruh dari crust-punk.

“Referensi musik (kami) sangat beragam dari masing-masing personel dan dilebur jadi satu ketika jamming di studio. Hampir semua (jenis) musik kami dengarkan, dari musik aliran kopi senja sampai aliran lambung bocor berdarah-darah. Sangat beragam.”

Selain “Say No To Oppression”, seluruh lagu untuk kebutuhan EP sudah selesai direkam di studio Musical, Sidoarjo. Dan sekarang sedang memasuki tahap persiapan untuk penggandaan serta penggarapan desain artwork untuk sampul, sambil mencari label yang bisa diajak kerja sama dalam pendistribusian rilisan fisiknya. Lalu sambil menunggu perilisan E.P., Abrakadaver akan melakukan beberapa pertunjukan. (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY