Gunakanlah kekuatan dengan sebaik-baiknya, tanpa ada yang merasa dirugikan, dan jangan merasa menjadi seseorang yang paling kuat. Sebuah lagu yang bisa menjadi ‘pengingat untuk wakil rakyat’ di era yang baru ini.”

Kalimat di atas adalah tentang single “Adigang”. Judulnya diambil dari peribahasa Jawa yang bermakna mengandalkan kekuatan. “Adigang” merupakan salah satu single dari album baru Boyless, yang rencananya bakal dirilis secara resmi pada awal tahun depan. Dan setelah “Adigang”, unit rock asal Jakarta yang diperkuat formasi Senopati Adam (vokal), Aldy Amis (gitar), Bondan Wisnu (bass) dan Bayu Satrio (dram) ini bakal merilis dua buah lagu lagi, yakni bertajuk “Adigung” dan “Adiguna” untuk melanjutkan pesan mereka. Nah, ketiga lagu tersebut mereka sebut ‘The Trilogy of Indonesia’.

Sementara untuk albumnya nanti, secara keseluruhan akan mengumbar cerita tentang sejarah dan keadaan yang ada di Indonesia. Tentu bukan bermaksud menggurui dalam hal sejarah, tetapi Boyless banyak melihat orang Indonesia yang tidak peduli terhadap sejarah negaranya sendiri.

“Boyless juga menyindir masyarakat yang begitu mudah percaya terhadap suatu hal yang sedang terjadi. Kami berharap lagu-lagu mereka dapat dinikmati dan dijadikan acuan sebagai pengingat agar masyarakat lebih peduli, teliti dalam menanggapi sesuatu hal,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Single “Adigang” yang sudah diluncurkan sejak 15 November 2019 lalu, serta album digarap Boyless selama kurang lebih dua tahun. Menurut pihak band, album yang kental melebur pengaruh funk, hard rock dan blues ini seolah ditolak alam semesta karena melalui proses yang sangat rumit. Proses rekamannya saja dieksekusi di tiga studio yang berbeda, yakni SAE Jakarta, Plug Studio dan G Music Studio.

“Dari masalah sound yang tidak sesuai hingga dua kali kehilangan data rekaman. Namun pada akhirnya, album ini selesai dikerjakan dan akan segera rilis setelah beberapa single yang akan keluar terlebih dahulu. Dari segi lirik, banyak yang terinspirasi dari buku, konspirasi dan cerita dari orang-orang sekitar. Dari segi musik, Boyless terinspirasi dari musik rock era ‘70an dan ‘80an. Sebut saja seperti Extreme, Black Sabbath dan Led Zeppelin.”

Boyless sendiri mulai memproklamirkan kelahirannya pada Maret 2013 silam. Oh ya, jangan salah mengartikan namanya. Karena ternyata, ‘Boyless’ bukan mengacu ke Bahasa Inggris, melainkan sebuah singkatan dari kalimat ‘Banyak Orang Yang Lihat Eh Salah Sangka’. Nama itu terpilih karena mereka ingin menggambarkan keadaan Indonesia saat ini yang selalu mempercayai suatu hal atau berita meskipun belum tentu kebenarannya. Dan mereka ingin memberi pesan kepada masyarakat Indonesia untuk lebih teliti dalam menghadapi hal-hal seperti itu.

Saat ini, “Adigang” bisa dinikmati via berbagai layanan streaming musik seperti Spotify, Joox hingga iTunes. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY