Masih dengan semangat berekspresi secara musikal yang lebih bebas merdeka, musisi asal Bandung, Ijay Irawan kembali melecut single baru. Kali ini berjudul “Beda”, yang seolah ingin menegaskan kemandirian kreativitas seorang Ijay sebagai musisi yang independen.

Dibanding single debut yang diluncurkan tahun lalu, “Play A Drama” yang mengawinkan corak blues dan rock ’n roll, “Beda” dikemas Ijay ke arah yang lebih rock dan gahar, walau tetap berpijak pada nafas blues.

“Sebenarnya komposisi ini terbentuk secara tidak sadar saat membuat guide rekaman, karena isi lagu ini tentang perbedaan keadaan sikap sekitar, juga sebagei pecutan untuk menegaskan bahwa diri sendirilah yang bisa berbuat untuk diri sendiri. Biarkan perbedaan itu pasti ada. Makanya sound atau nuansa yang lebih keras ini (bertujuan) untuk lebih mengekspresikan pesan lagu tersebut,” papar Ijay kepada MUSIKERAS.

Sama seperti “Play A Drama”, dalam penggarapannya, Ijay juga dibantu oleh musisi Luthfi “Kumis” (dram), Puja (gitar) dan Natta (bass), dan mengeksekusi rekamannya di Escape Music Studio, bersama tim Enter Audio House yang melibatkan Izal Escape untuk teknis rekaman serta Adi (Protools engineer). Sementara untuk pengolahan mixing dan mastering dipercayakan kepada Puja.

Walau masih tergabung di band rock Voodoo Dolls, namun Ijay mengaku saat ini butuh petualangan lain dalam karirnya, dimana ia sendiri yang menentukan konsep musikal yang benar-benar diinginkannya. Bukan berada dalam sebuah band yang membutuhkan kontribusi kolaboratif.

“Saya membuat (proyek) solo ini untuk bisa menuangkan ekspresi apa yang tidak bisa dituangkan dalam band. Karena dalam band itu hasil dari banyak kepala yang tntunya harus saling toleransi, dan tidak bisa juga kita memaksakan kehendak karena satu lain hal, semisal genre atau apa pun. Maka dari itu, dalam proyek solo ini ialah luapan ekspresi yang memang musikal saya sendiri,” cetus Ijay lagi, menegaskan.

Ijay Irawan dilahirkan di Bandung pada 26 Januari 1995 silam. Bermain musik sudah mendarah daging dalam dirinya, yang menurun dari ‘darah’ ayahnya, Budi Arab, yang selama ini dikenal luas di Bandung sebagai gitaris dari salah satu band legendaris Kota Kembang, Time Bomb Blues. Sejak usia 9 tahun, Ijay sudah merasakan lantai panggung dan sempat tergabung di band Voodoo Dolls yang akhirnya membesarkan nama Ijay di kancah musik Kota Bandung. Pada 2018, Ijay merintis karir solo dengan bermain gitar serta bernyanyi. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY