Usai berganti kulit, Mouthless akhirnya meletupkan single perdananya yang berjudul “Sabda Api” melalui kanal YouTube sejak 18 Desember lalu. Single ini sekaligus menjadi penanda gerakan pemanasan menuju peluncuran album mini (EP) “Sermon of Perpetual Flames ” yang rencananya dirilis pada 2020 mendatang.

Sejauh ini, proses penggarapan “Sermon of Perpetual Flames” sendiri sudah memasuki tahap akhir mixing dan mastering. “Kami sedang mencoba mencari label musik ekstrim yang mau merilis EP tersebut dalam format CD, dan bekerja sama dalam proyek album mendatang,” beber Mouthless kepada MUSIKERAS meyakinkan.

Proses kreatif saat merekam “Sabda Api” terjadi ketika semua personel Mouthless secara ajaib bisa bertemu kembali. Maklum, saat belum mengusung nama Mouthless, band ini sempat memakai nama Distrust yang lantas mengalami kevakuman ketika salah satu personelnya, dramer Rezy Diandra harus berangkat ke benua biru untuk kebutuhan studi. Namun karena terdorong passion yang kuat, para personelnya yakni Septian Maulana (vokal), Bonjo (gitar) dan Rezy akhirnya sepakat bangkit untuk membuat karya dan melanjutkan semangat bermusik, meski terpisah jarak yang cukup jauh.

“Kebetulan sang dramer sedang berlibur ke Indonesia. Karena kesamaan passion kami di death metal maka mulailah penulisan lagu di Venom Music studio. Musik ditulis bersama di studio kemudian lanjut penulisan lirik yang dibuat terpisah. Kami sepakat dalam (pengerjaan) proyek EP ini sebelum dramer kami kembali ke Jerman.”

Death metal yang menjadi pegangan Mouthless banyak menyerap referensi dari unit-unit cadas dunia seperti Deicide, Malevolent Creation, Morbid Angel, Monstrosity hingga Cannibal Corpse. Tapi secara musikal, “Sabda Api” diarahkan lebih bermain di pola aransemen yang catchy, simpel dan atmosferik.

“Kami membuat musik tersebut condong ke lagu yang mudah diingat dan tidak terpaku harus sama dengan para pionir terdahulu. Lebih tepatnya mencoba menjadi band dengan karakter yang natural meskipun terdengar sulit. Mungkin hal itu yang membuat kami beda dibanding band-band lain dengan genre yang sama.”

Sebelum lahirnya “Sabda Api” yang mengisahkan analogi penghakiman sepihak dalam proses menilai, tanpa pikir panjang dan tanpa toleransi lagi, Mouthless pernah melahirkan beberapa karya rekam. Tepatnya saat masih mengibarkan nama Distrust yang telah menggeliat sejak 2008 silam. Pada 2010, mereka merekam demo bertajuk “An Era of Aboliton”, dimana salah satu lagunya dimasukkan ke dalam album kompilasi Tangerang Grindfest dalam format kaset. Selain itu, juga pernah menjadi salah satu band yang dilibatkan dalam kompilasi “Brutally Sickness” keluaran Extreme Soul Production, Bandung. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY