Tidak ada kata terlambat dalam kamus Undelayed. Karena mengalami kebanjiran ide, unit metalcore asal Jakarta ini pun memilih tidak terburu-buru dalam memikirkan sekaligus mematangkan konsep single barunya. Akhirnya, mereka pun menjalani waktu sekitar setahun untuk menghasilkan “Meninggalkan Kehilangan”, single terbaru yang telah dirilis sejak enam hari lalu.

“Lagu ini punya proses yang cukup rumit dalam pembuatannya. Walau bisa dibilang lagu ini yang paling simpel dari segi komposisi,” cetus Undelayed kepada MUSIKERAS menegaskan.

“Kami butuh (waktu) lebih dari satu tahun untuk matangin ide, karena banyak banget ide yang muncul. Tetapi akhirnya nggak kami pakai karena kebutuhan lagunya sendiri. Sempet terhenti lama juga, karena kami semua juga punya kesibukan masing-masing di kehidupan nyata. Tapi akhirnya bisa selesai dan kami bangga banget sama hasil akhirnya.”

“Meninggalkan Kehilangan” bisa dibilang merupakan lagu yang paling emosional dan personal yang pernah mereka tulis. Bercerita tentang seseorang yang kehilangan figur yang sangat berarti untuk dirinya, perjuangannya untuk berusaha lepas dari efek buruk sebuah perpisahan dan akhirnya bisa ikhlas merelakan orang terkasih tersebut pergi dari hidupnya. Terasa sangat jujur dan personal karena lirik dalam lagu tersebut diangkat dari pengalaman sang vokalis Yanuar Rizky yang hubungannya terpaksa kandas di tengah jalan. Bassis Raga Maharasta menjadi pengeksekusi untuk pengolahan lirik lagu tersebut.

“Padi dan Peterpan dikenal sebagai band alternative rock yang memiliki sisi vulnerable yang kental di dalam setiap lirik dan musiknya. Sisi itu yang menurut gue paling pas buat Undelayed saat ini. Sekaligus karena lirik di lagu ini berbahasa Indonesia, akan sangat natural jika kita ambil inspirasi dari band Indonesia juga. Mungkin akan terasa fresh karena hampir semua band metalcore di sini pengen kedengeran kayak band luar,” ujar bassis Raga Maharasta menambahkan.

Dalam penggarapannya, Yanuar Rizky, Raga Maharasta, Dzikri Mufidi (gitar), Edrian Purnama (gitar) dan Yudha Erlangga Putra (dram) tetap menempatkan metalcore sebagai senjata utama Undelayed. Tetapi kali ini, mereka mencoba untuk menghadirkan pendekatan yang lebih sentimentil.

Ambient gitar yang mengalun lirih dipadu dengan breakdown berat khas metalcore plus chorus yang emosional. Pengaruh band seperti Architects, Northlane, Invent, Animate sampai Padi dan Peterpan terasa kental di lagu ini.”

Sebelum merilis “Meninggalkan Kehilangan”, Undelayed yang terbentuk pada 10 April 2015 juga telah merilis album mini (EP) “Primordial” (2017) yang antara lain memuat single “Apresiasi” dan “Vultures” serta sebuah single lepas bertajuk “OMIT” (Juni 2018) yang menghadirkan vokalis tamu, Danny Supit of Sequel Of Sunday. Saat ini, Undelayed juga segera menyiapkan materi baru, namun belum ditentukan apakah akan berformat EP atau album penuh. “Ada beberapa lagu yang sekarang sedang kami godok di studio.Tetapi yang pasti, kami akan punya rilisan baru tahun depan!” (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY