Ya, sesuai arti namanya, bisa dibilang The Otherside ini memang sisi lain dari Adhitya “Adit” Pratama, musisi yang sebenarnya lebih dikenal luas sebagai gitaris di band pop Element. Namun di era digital yang memungkinkan setiap orang menumpahkan ekspresinya sebebas mungkin akhirnya membuka peluang bagi Adhit untuk menumpahkan kreativitasnya secara lebih total di ranah rock, genre yang dicintainya.

Bersama The Otherside, Adit mengklaim lagu-lagunya benar-benar berasal dari passion musiknya selama ini. Tentunya disuguhkan dengan raungan distorsi yang lebih keras, dan bahkan menerapkan penalaan (tuning) gitar yang lebih rendah, yakni Drop C. Konsep itu telah ia terapkan di single “Sebelah Nyawa” dan yang terbaru, “Hitori Janai”.

Namun untuk menghadirkan ciri tersendiri, Adit dan Cas (vokal), Naufal (dram), Ais (bass), serta Jones Roma Teppy (gitar) menyusupkan tiupan instrumen saksofon yang dieksekusi oleh Filipus Jonatan, agar seolah ada keseimbangkan energi rock dalam lagu-lagunya.

“Kami hadirkan suara saksofon di setiap lagu sebagai karakter khas The Otherside. Kami ingin nge-build kalau saksofon itu nggak hanya cocok di musik slow seperti jazz, tapi juga ketemu distorsi musik metal,” cetus Adit via siaran pers resminya.

“Hitori Janai” yang telah diedarkan dalam format digital via label Seven Music itu sendiri digarap The Otherside dalam waktu yang tidak terlalu lama. Lagu yang terinspirasi dari kecintaan Adit dan Cas terhadap musik dan budaya Jepang tersebut dikerjakan hanya dalam beberapa minggu, terhitung sejak awal penulisannya. Proses perekamannya juga hanya menghabiskan tiga shift pemakaian studio. Mereka mengeksekusi “Hitori Janai” di dua studio, yaitu 37studio Karawaci untuk dram dan basss serta di Defjones studio untuk pengisian gitar, saksofon, vokal, pengeditan hingga mixing dan mastering.

Mixing-mastering digarap langsung oleh Jones Roma yang kebetulan memang seorang mixing engineer, yang banyak menggarap proyek musik seperti Tohpati, Dewa Budjana (Janapati live recording), Erwin Gutawa dan lain-lain. Termasuk pernah menjadi asisten engineer Steve Lilywhite, saat (melakukan) remixed single U2 (yang berjudul) ‘Red Hill Mining Town’,” tutur Adit kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Spirit atau semangat, menjadi tema utama penuturan lirik di “Hitori Janai”. Sesuai konsep musik The Otherside dengan lirik yang isinya menceritakan tentang sebuah ajakan untuk bersemangat. “Jangan kalah oleh hidup.” Kira-kira seperti itu maknanya.

“… dan memang ada bagian chorus yang menggunakan Bahasa Jepang. Makanya pengambilan judulnya juga memakai Bahasa Jepang yang berarti ‘Kamu nggak sendirian’.”

Saat meramu konsep musiknya, Adit dan personel lain The Otherside banyak mengacu pada band-band modern rock dunia yang kekinian seperti Bring Me The Horizon, Normandie, Architect dan sebagainya. “Cuma ada penambahan divisi saksofon dalam konsep musik kami,” ujar Adit kembali menegaskan.

Setelah perilisan “Hitori Janai”, The Otherside berencana merilis album mini (EP) pertamanya tahun ini. Tapi sebelumnya, mereka bakal kembali merilis single terbaru yang bertajuk “Jahat” dalam waktu dekat, serta sebuah single untuk soundtrack sebuah film layar lebar. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY