Setelah didera perubahan formasi, The Highway (THW) akhirnya rampung juga mengeksekusi “Lepas”, single terbaru mereka yang telah gentayangan di berbagai media digital sejak Desember tahun lalu. Nuansa yang diterapkan di sini agak berbeda dibanding single sebelumnya, “Makna”. Kali ini entakan khas punk rock era ‘2000an sangat menonjol, dimana gebukan dram yang cepat dan agresif mengentalkan kesan klasik penuh semangat yang menggebu.

THW yang kini dihuni Haddid “Bewok” MH (gitar/vokal), Ryan “Beckster” Fauzan (bass/vokal), Indrabayu (gitar) dan Repa Dani (dram) juga memberi kejutan di pertengahan lagu, dimana ada sisipan lantunan bertempo lamban dan diisi suara wanita dengan aransemen yang diputar 180 derajat, jauh dari distorsi, kotor atau agresif. Di bagian mendayu tersebut olah suara diisi Zashika “Ijes” Ramidia (Agnimaya/Haybomb), sementara polesan gitar dituangkan oleh Rian Ahmad Fauzy a.k.a. RAF. Mereka berhasil mengeksekusi isian tersebut dengan sangat apik.

“Ya, ‘Lepas’ memiliki warna berbeda dibanding ‘Makna’ yang melankolis. ‘Lepas’ kami buat dengan nada lebih semangat, dan warna yang lebih terang. Dengan tambahan aksen Bossanova pada pertengahan lagu membuat ‘Lepas’ lebih easy-listening dibanding ‘Makna’. Pesan yang disampaikan juga lebih ringan. Namun untuk referensi (musikal) sebenarnya tidak jauh berbeda. Kami masih menikmati subsidi silang antara Barat dan Timur,” papar THW kepada MUSIKERAS menerangkan.

Oh ya, sedikit menengok ke belakang, saat merilis “Makna” THW menerapkan ramuan unik dalam olahan musiknya, dimana gaya harmonisasi ala musik-musik Jepang ditingkahi distorsi kasar dan riff yang cepat ala band-band rock Amerika.

Saat menggarap “Lepas”, THW tidak membutuhkan waktu lama kendati sempat didera berbagai kendala. Proses pembuatannya terhitung cepat, karena memang lagu ini sebenarnya sudah ada setelah dirilisnya single “Makna”.

“Namun kami sempat mengalami kendala, Riha yang merupakan dramer kami saat itu memutuskan untuk keluar dari THW. Pergantian personel membuat kami harus beradaptasi (lagi), proses kreatif pun menjadi semakin kompleks. Hal itu yang membuat single ‘Lepas’ baru kami rilis sekarang, setelah formasi kami pulih.”

Single kedua ini juga merupakan jembatan untuk perilisan album mini (EP) THW yang saat ini sudah memasuki tahapan penyelesaian akhir. Menurut THW, Dani dan Indra kini sudah selesai menghajar metronom dengan apik. Dan seperti biasa, ada porsi idealis yang mereka tuangkan di EP tersebut.

“Oh ya, ada sedikit bocoran untuk EP ini, kami diizinkan untuk mearansemen ulang salah satu lagu milik band legendaris asal kota kami. Untuk perilisan kalau tidak ada kendala berarti, kami berencana merilis EP kami pada Februari 2020,” beber pihak band menjanjikan.

THW terbentuk di Bandung pada akhir 2015, dan merupakan transformasi dari Broken Romantic Punk. Awalnya digawangi oleh Haddid, Rian (gitar/vokal), Andri (bass/vokal) serta Mahesa (dram). Dengan formasi inilah mereka merilis single “Makna” versi awal, pada Agustus 2016. Namun tak berapa lama, karena suatu hal, Andri dan Mahesa mengundurkan diri dari THW. Keluarnya dua personel tidak mematahkan semangat band ini untuk berkarya. Tepat akhir 2016, Ryan Fauzan yang berstatus sebagai pembetot bass di unit metalcore Veid dan Riha Sadikin yang merupakan penggebuk dram di band skapunk kawakan Saritme bergabung menuangkan sisi liar mereka di THW. Dalam pembentukan corak musiknya, THW banyak terpengaruh band-band dunia yang berbasis punk atau pun rock seperti Dustbox, Four Year Strong, Foo Fighters, No Use for a Name, Shank hingga The Ataris. (mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY