Lebih dari tujuh tahun sejak merilis single “Menuju Akhir”, unit metalcore asal Kota Kembang, Bandung ini akhirnya menggeliat lagi. Mereka baru saja melepas karya rekaman terbaru bertajuk “Carnage” yang videonya sudah bisa disaksikan di kanal YouTube sejak 11 Januari 2020 lalu.

Metalcore tentu saja masih menjadi pijakan utama band yang dihuni formasi Mahesa (vokal), Rizki Husnadan (gitar), Itang “Itank” Darmawan (gitar), Denny Seftian Posumah (bass) dan Shenny Fawzy (dram) ini. Menurut penuturan pihak band kepada MUSIKERAS, band-band seperti Parkway Drive, As I Lay Dying, Killswitch Engage dan All That Remains menjadi sumber inspirasi mereka dalam mengolah komposisi dan aransemennya.

“Pada dasarnya di komposisi musik ‘Carnage’, breakdown masih menjadi nyawa utama, tetapi kami memasukkan sentuhan melodic hardcore pada ending lagu.  Kami menempatkan metalcore sebagai musik utama, breakdown, dentuman dram ala hardcore punk, clean vocal pada chorus membuat (lagu menjadi) lebih melodious. Yang berbeda, kami lebih memainkan riff-riff ala oldschool metalcore di era new metalcore seperti sekarang,” urai Rizki mewakili rekan-rekannya di band.

Proses penggarapan “Carnage” dimulai Bleeding Tragedy sejak awal 2019, dan menghabiskan waktu selama kurang lebih empat bulan, di sela kesibukan lain para personelnya. Eksekusi rekamannya dilakukan oleh Gundem dari Partai Records di Yans Studio, Bandung.

“‘Carnage’ menceritakan tentang mental illness yang mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku seseorang. Fenomena ini sering tanpa kita sadari terjadi di sekeliling kita, dialami keluarga atau orang terdekat, terkadang ada memori buruk atau sisi gelap yang berat yang membuat seseorang terbelenggu dan hidup lama dengan memori atau sisi gelap tersebut,” papar Mahesa mengenai pesan yang tercetus di lirik “Carnage”.

Tahun ini, Bleeding Tragedy yang mulai dicetuskan kelahirannya pada 2005 silam telah mencanangkan bakal merilis album penuh, dan “Carnage” merupakan gerbang pembuka menuju realisasi dari niat tersebut. Sejauh ini, menurut pihak band, proses penggarapannya sudah memasuki proses tahap mixing dan mastering yang telah dimulai sejak Desember tahun lalu.

“Kami sudah bekerjasama dengan pihak label yaitu Partai Record untuk launching dan perilisan album, baik untuk rilisan fisik (CD) maupun digital,” seru pihak band menjanjikan. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY