Terbentuk di tengah meredupnya skena metal di Kota Bengawan, Surakarta (Solo) pada Maret 2017 lalu, tak terasa unit metalcore ini sudah berhasil menelurkan tiga single dinamis. Setelah “Bungkam” dan “Tirani Fantasi”, kini Infusion kembali meletupkan karya rekaman terbaru bertajuk “Menolak Lupa”. Sebuah single yang menyuarakan tentang perjuangan.

Lirik “Menolak Lupa” berlatar belakang tragedi kerusuhan Mei 1998 silam yang disuarakan sebagai upaya mengingat kembali perjuangan ribuan mahasiswa dan aktivis yang saat itu mewakili suara protes rakyat Indonesia, salah satu fragmen sejarah terburuk serta kasus-kasus pelanggaran HAM yang pernah dialami negeri ini.

“Saat menulis single ‘Menolak Lupa’, kami berkumpul dan berimaji dalam proses menciptakan karya yang di dalamnya terdapat makna semangat juang yang kelam. Dalam diskusi saat itu, kami mendapatkan garis merah untuk mengangkat tentang salah satu fragmen sejarah terburuk negeri ini setelah kemerdakaan,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS, mengenang.

Untuk mendapatkan geraman yang selaras dengan pesan yang terkandung di liriknya, Infusion yang diperkuat formasi Fuad Adib (vokal), Misbah Zainul Wahid (bass), Faturrahman Kurnia (gitar), Caren Widayana (gitar) dan Septian Putra Raharjo (dram) melibatkan unsur metal pada umumnya, seperti distorsi, breakdown yang mereka desain sedemikian rupa untuk mendapatkan nuansa gahar dan mencekam.

“Dari segi musikal, ‘Menolak Lupa’ merupakan garapan yang tidak terlalu rumit, tetapi kami tetap berusaha menciptakan karya yang memiliki unsur perjuangan, pemberontakan, semangat dan pantang menyerah. Dikarenakan para personel memang sudah lumayan mengenal musik metal, dan sebelumnya kami sering mengulik lagu dengan genre yang sama, jadi memudahkan kami untuk memunculkan ide-ide dalam perancangan pembuatan lagu itu sendiri. Arah musik kami sendiri terinspirasi dari band-band lokal seperti Aftercoma, Beside, Nectura, Karat, dan lain-lain.”

Namun menurut mereka, tentu ada ciri khas Infusion yang terbersit dari penggarapan aransemen “Menolak Lupa”, jika harus dibandingkan dengan band-band penganut metalcore lainnya. Paling tidak, di single yang rekamannya digarap selama empat hari di Scene13 Studio, Surakarta tersebut,  perbedaan latar belakang musikal para personelnya menjadi modal tersendiri.

“Mungkin yang terdengar berbeda dari kami dengan band yang lain dikarenakan background musik dari setiap personel berbeda-beda, ada dari punk, deathcore, death metal dan juga slam death metal. Eksperimen dalam menggabungkan perbedaan menjadi suatu karya, dan terciptalah beberapa lagu dari kami, yang salah satunya ‘Menolak Lupa’.”

Oh ya, di awal karirnya, Infusion – pemilihan nama yang dilatari oleh mayoritas profesi personelnya adalah tenaga kesehatan – kerap membawakan lagu-lagu milik Beside, Aftercoma dan As I Lay Dying saat manggung.

Single “Menolak Lupa” kini sudah dapat dinikmati via berbagai portal digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, dan layanan jasa dengar musik (streaming) digital lainnya. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY