Jenuh menyaksikan pertengkaran dan kerusuhan, Klavierdisaster rilis “Artifisial”, sebuah single berbahasa Indonesia, dengan penerapan leburan elemen emo, alternative rock dan post-hardcore. Di sini, band asal Ciputat, Tangerang Selatan ini mencoba melakukan terobosan baru dalam komposisi musik mereka, di mana penambahan elemen musik tradisional Sumatera Barat yaitu Saluang bansi menjadi bumbu yang melahirkan greget tersendiri.

Di lini penulisan lirik, “Artifisial” menyuarakan bentuk penyadaran kepada masyarakat Indonesia yang kerap kali terlibat keributan akibat saling bully karena masalah sepele, khususnya di media sosial, sehingga berujung pada kerusuhan yang lebih luas dan bahkan menimbulkan korban.

“Intinya lagu ini memiliki pesan perdamaian kepada setiap golongan dan individu, dimana perdamaian itu bisa dicapai dengan cara berkontemplasi dan bercermin pada sejarah perjuangan pahlawan dan menyalakan kembali cahaya falsafah dalam kehidupan, guna menimalisasi konflik antar individu ataupun golongan,” tutur Faishal ‘Ical’ Bagaskara, gitaris Klavierdisaster.

“Jadi,” imbuh vokalis Irvan ‘Ipang’ Auza’ie, “Tidak selamanya band emo identik dengan lirik yang bertemakan cinta, patah hati dan depresi.”

Dalam merampungkan proses penggarapan “Artifisial”, Klavierdisaster yang juga diperkuat Fahri Kholis (bass) dan Faiz Fairuz (dram) merekam materi lagunya bersama Bulb Record, dengan bantuan produser Ijal (Last Goal).

“Setelah penggarapan ‘Artifisial’, kami bakal segera menggarap sebuah album yang rencananya bakal beramunisikan 10 lagu,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS, memberi bocoran.

Klavierdisaster mulai mengibarkan keeksisannya di skena independen pada Juni 2013 silam, yang diprakarsai oleh Ical dan Ipang. Awalnya, konsep musik yang dipilih berada di jalur metalcore dan hardcore. Namun pada Februari 2014, Klavierdisaster mengubah haluan ke konsep gabungan alternative rock dan post-hardcore a la Saosin, Sleeping with Sirens dan Chiodos. Konsep itu pula yang lantas diterapkan di “Klavierdisaster EP”, album mini (EP) pertama yang memuat komposisi “Intro”, “Terrible Answer”, “Revival”, “Lonelliness”, “Insidious” dan “Sanctuary”.

Sebelum “Artifisial”, dan di tengah proses gonta-ganti personel, Klavierdisaster sempat merilis “Expectation” pada April 2018, lalu memperbarui lagu “Terrible Answer”, dimana video musiknya sudah ditonton sebanyak 1600 pasang mata di YouTube. (aug/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY