Unit gothic rock asal Semarang ini kembali berkarya. Sebuah single terbaru bertajuk “Selamanya” telah mereka lepas ke berbagai gerai atau platform penyedia jasa dengar musik (streaming), sejak bulan lalu. Karya rekaman yang diedarkan via CB Music production tersebut menandai eksistensi panjang Cultural yang berhasil dirangkai sejak 2003 silam.

Lewat “Selamanya”, Cultural juga sekaligus memperkenalkan formasi terbarunya, dimana posisi vokal kini dipercayakan pada Keysa Diva, melengkapi Cahyo Sulistiyo (gitar), Sanwarist (bass), Anthony (gitar), Cahyo Athif Nugraha (kibord) dan Cahyo Wahyu Utomo (dram). Keysa sendiri masuk menggantikan Michelle, yang terakhir kali berkarya bersama Cultural lewat single “Serpihan Lara” yang diluncurkan pada Maret 2018 lalu.

“Tidak mudah untuk mempertahankan sebuah komitmen di band untuk selalu konsisten, tetapi memang seleksi alamlah yang menjawab seberapa kuat kita bertahan di sebuah band. Untuk vokalis yang baru juga melalui tahap seleksi,” urai Cahyo Sulistiyo kepada MUSIKERAS, menjelaskan alasan di balik adanya perubahan di lini vokal.

Lirik lagu “Selamanya” sendiri didedikasikan untuk seorang ibu yang kasih sayangnya tak lekang oleh waktu, abadi selamanya. “Kami sengaja mengambil  tema yang tidak seperti biasanya pada karya-karya kami sebelumnya dan ada bentuk pesan moral di sini,” cetus Cahyo.

Proses rekaman “Selamanya” membutuhkan waktu sekitar dua minggu, yang dieksekusi di Strato Studio, Semarang. Dalam periode produksi tersebut, sudah termasuk pemolesan mixing dan mastering yang dilakukan di 96 Studio.

Dalam pemolesan musiknya, Cultural tetap berpegang teguh pada nuansa gothic, walaupun sebenarnya di sana-sini sudah banyak sentuhan dari elemen musik lain.

“Meskipun mungkin karya kami sudah bercampur dengan berbagai genre, terserah dari masyarakat bagaimana mereka menilai untuk musik kami sekarang, karena dari album ke album sampai single terbaru konsep musik kami selalu berubah,” beber Cahyo lagi, yang mengaku masih banyak menyerap inspirasi dari band symphonic rock/metal asal Belanda, Within Temptation.

Cultural terbentuk pada 2004 silam di Semarang, yang dimulai oleh formasi Cahyo, Sanwar dan Anthony. Sejauh ini, Cultural telah melahirkan album “Siksa yang Kekal” (2004), “Hidup Tak Selamanya Indah” (2008) dan “Ada dan Tiada” (2017). Setelah single “Selamanya”, rencananya Cultural bakal menggarap album kompilasi ‘the best’ yang merangkum lagu-lagu terbaik dari album-album mereka selama ini. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY