15 Tahun Lalu, Inilah 10 Album Cadas Terbaik

Lima belas tahun silam, skena metal dunia melahirkan cukup banyak karya album rekaman yang brilian dan inspiratif. Sebagian bahkan menancapkan identitas baru, lewat proses eksperimental nan inovatif, yang lantas secara tidak langsung mempengaruhi banyak band di generasi selanjutnya. Berikut ini, redaksi memilih 10 dari sekian banyak album yang kami anggap terbaik, atau mewakili semangat era itu. Oh ya, urutan album ini disajikan secara acak, bukan berdasarkan urutan terbaik.

  1. AVENGED SEVENFOLD “CITY OF EVIL” (6 Juni 2005 – Warner Records)

Jauh sebelum Bring Me the Horizon dan Asking Alexandria melakukan manuver tajam, beralih dari metalcore ke konsep yang lebih berorientasi rock, Avenged Sevenfold sudah menerapkannya di album ini. Mereka mengubur formula metalcore yang bersemayam di dua album sebelumnya, “Sounding the Seventh Trumpet” (2001) dan “Waking the Fallen” (2003), lalu mulai mengais inspirasi heavy metal dan hard rock yang banyak terpengaruh band-band pujaan mereka seperti Iron Maiden, Guns N’ Roses, Metallica hingga Motley Crue. Lagu-lagu fenomenal dari album ini antara lain “Burn It Down”, “Bat Country”, “Beast and the Harlot” dan “Seize the Day”.

2. MESHUGGAH “CATCH THIRTY THREE” (16 Mei 2005 – Nuclear Blast)

Saat dirilis, mungkin inilah album metal yang dihadirkan dengan konsep paling aneh. Sangat eksperimental. Melibatkan unsur jazz fusion yang dipadu dengan eksplorasi metal psikedelik gelap namun groovy, yang secara konstan menggedor kuping dengan ketukan tempo tak lazim selama lebih dari 47 menit tanpa jeda.

3. TRIVIUM “ASCENDANCY” (15 Maret 2005 – Roadrunner Records)

Tentunya kita semua sepakat, inilah album yang pertama kali melesatkan nama Trivium di peta musik cadas dunia. “Pull Harder on the Strings of Your Martyr”, “A Gunshot to the Head of Trepidation” dan “Dying in Your Arms” adalah karya masterpiece dari album kedua mereka ini. Salah satu point keberhasilannya adalah penerapan formula hibrida antara elemen metalcore, thrash metal dengan magnet melodic death metal khas Gothenburg.

4. OPETH “GHOST REVERIES” (29 Agustus 2005 – Roadrunner Records)

Semacam karya rekaman yang menjadi puncak kreativitas terbaik dari unit rock asal Swedia ini. Di sini, adalah era dimana Opeth masih memeluk erat agama progressive death metal, dimana mereka menganyam elemen death metal dalam tatanan progresif yang brutal menggelegar sekaligus anggun, dengan sangat rapi. Formula yang selanjutnya kembali dipertajam di album “Watershed” (2008).

5. CHILDREN OF BODOM ”ARE YOU DEAD YET” (25 Oktober 2005 – Century Media)

Satu yang pasti, album ini menandai pergeseran nilai-nilai neo-classical death/black metal yang mendominasi album-album mereka sebelumnya. Kali ini membombardir dengan cecaran riff classic metal, yang dieksekusi dengan racikan sound yang lebih ‘berdaging’, padat dan tentu saja, lebih heavy, namun tanpa meninggalkan ciri khas ‘dialog’ shredding antara gitar dan kibord.

6. SYSTEM OF A DOWN “HYPNOTIZE/MEZMERIZE” (17 Mei 2005 / 22 November 2005 – American Recordings/Columbia Records)

Walau dirilis dalam waktu yang berbeda, namun rekaman kedua album ini sebenarnya digarap dalam satu masa. Kali ini mereka lebih dominan menyuguhkan pembagian tugas vokal antara gitaris Daron Malakian dengan vokalis utama, Serj Tankian, plus olahan musik yang seolah mencoba sedikit melepaskan diri dari ‘kegilaan’ di album-album sebelumnya. Sayangnya, drama di balik penggarapan “Hypnotize/Mezmerize” rupanya membuahkan gesekan input kreatif antara Daron dan Serj yang lantas berbuntut masa vakum yang sangat panjang bagi abnd ini.

7. SOILWORK “STABBING THE DRAMA” (28 Februari 2005 – Nuclear Blast)

Dibanding karya-karya mereka sebelumnya, album ini terbilang sangat berorientasi mainstream, dengan aransemen yang diarahkan lebih sederhana namun variatif. Bahkan terasa kental akan pengaruh metalcore, ketimbang nyawa Gothenburg melodic death metal yang membesarkan mereka. Untuk pertama kalinya, album ini juga menghadirkan permainan teknikal dari dramer Dirk Verbeuren (sekarang memperkuat formasi Megadeth).

8. MUDVAYNE “LOST AND FOUND” (12 April 2005 – Epic Records)

Salah satu karya modern metal yang menarik, yang pernah dirilis 15 tahun lalu. Menyuguhkan bauran modern thrash, hardcore serta nu-metal dalam kadar yang solid, legit, intens, percaya diri dan enerjik. Yang harus digarisbawahi dari performa Mudvayne di album ini adalah, mereka berhasil keluar dari pakem nu-metal yang kerap monoton dan membosankan. Menurut perhitungan angka penjualannya di Amerika Serikat per Agustus 2014 lalu, “Lost And Found” sudah terjual sebanyak lebih dari satu juta keping.

9. NEVERMORE “THIS GODLESS ENDEAVOUR” (26 Juli 2005 – Century Media)

Salah satu unit metal keren yang sangat disayangkan harus mengakhiri karirnya. Terbentuk pada 1991 silam, lalu vakum pada 2011, dan benar-benar harus tutup buku setelah sang vokalis, Warrel Dane meninggal dunia pada Desember 2017. “This Godless Endeavour” adalah warisan musikal Nevermore yang disebut-sebut sebagai karya terbaik mereka. Menyajikan kombinasi terapik dari produksi, musikalitas, lirik hingga eksekusi instrumentasi para personelnya.

10. ROADRUNNER UNITED – THE ALL-STAR SESSIONS (11 Oktober 2005 – Roadrunner Records)

Penggebuk dram Slipknot era itu, Joey Jordison, beserta vokalis/gitaris Matt Heafy (Trivium), gitaris Dino Cazares (Fear Factory) dan vokalis/gitaris Robb Flynn (Machine Head) adalah empat kapten yang mengawal proyek ambisius ini. Sebuah album kolaborasi metal untuk merayakan hari jadi Roadrunner Records yang ke-25 tahun, yang melibatkan lebih dari 50 musisi dari berbagai unit cadas yang pernah atau sedang tergabung di keluarga besar label tersebut. Sebagai karya rekaman yang dieksekusi secara keroyokan, standar tinggi material musikal album ini terbilang berhasil. Sebagian besar komposisi lagunya cukup mampu menonjolkan setiap karakter yang dilibatkan tanpa menyisakan kesan yang dipaksakan. (MK03)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *