KLASIK: 30 Tahun Album GRASSROCK “Anak Rembulan (Peterson)”

Jika menengok tahun perilisannya, ya benar, album “Anak Rembulan (Peterson)” kini sudah memasuki usia tiga dekade. Tepatnya diluncurkan secara resmi pada 6 Desember 1990 silam. Lalu kebetulan, tahun lalu, sebuah label rekaman independen dari Karawang, Jawa Barat yang menamakan dirinya Rabon Sick Records telah merilis ulang album “Anak Rembulan (Peterson)” ini, untuk pertamakalinya dalam format cakram padat (CD). Jadi patutlah dirayakan dengan menapaktilasi jejak salah satu album penting dalam sejarah perjalanan musik rock di Tanah Air ini.

Awalnya, “Anak Rembulan (Peterson)” diedarkan oleh Atlantic Records dan hanya diproduksi dalam format kaset. Kini, semakin sulit menemukan album ini karena sudah tidak diproduksi lagi dalam kurun waktu yang cukup lama. Ya, kecuali jika ingin lebih ngotot dan bisa meluangkan waktu lebih banyak, mungkin bisa menemukan dan membelinya di pasar barang-barang loak.

“Iya, (CD) itu teman Edi (Kemput) yang rilis, tapi akhirnya sudah ijin kami juga,” tutur Rere Reza, dramer dan pendiri Grassrock (dulu ditulis Grass Rock), saat dimintai konfirmasi oleh MUSIKERAS. Edi Kemput sendiri adalah gitaris, sekaligus salah satu personel Grassrock yang terlibat penuh di album “Anak Rembulan (Peterson)”.

Namun sayang, menurut Rere, sumber audio album rilisan baru tersebut diolah dari data MP3, karena master rekaman yang asli sudah tidak diketahui keberadaannya. “Masternya sudah hilang jadi mereka (pihak label) cari solusi. Katanya sih via mp3… ya akhirnya hasil audio nggak bisa maksimal. Ada dari kaset juga tapi noise banyak, frekuensi tinggi agak kotor. Ya gimana lagi kalau master hilang? Proses remastered yang berat karena harus cari hasil yang maksimal,” ucap Rere menyesalkan. 

Saat Grassrock menggarap proses rekaman “Anak Rembulan (Peterson)” di Musica Studio dan Jackson Studio, Jakarta, para personelnya waktu itu – Rere, Edi Kemput, Dayan (vokal), Zulkarnain (vokal), Yudhi (bass) dan Mando (kibord) – didampingi oleh Ian Antono (God Bless) yang dipercayakan sebagai produser atau pengarah musik. Mereka hanya punya waktu kurang dari sebulan untuk persiapan dan konon – seperti dikutip dari artikel di Tabloid Citra terbitan 18 Desember 1990 – menghabiskan jadwal pemakaian studio sebanyak 70 shift.

“Waktu itu sebagian materi sudah kami garap di Surabaya, masuk studio Musica tingal take aja. Mas Ian (Antono) selaku produser sangat ketat mengarahkan kami, dari aransemen, sound sampai lirik lagu,” urai Rere mengenang.

Sebagai band yang saat itu terbilang pendatang baru di industri rekaman, jadi Grassrock merasa sangat wajar jika mendapat pengawalan ketat dari Ian Antono.

“Setengah jalan, setelah beberapa kali break, kami memang bingung. Mas Ian itu sebenarnya mau membawa kami ke mana. Kami belum paham betul apa maunya. Tapi karena harus kembali kepada kebersamaan, ya kami nurut aja. Setelah selesai kayak gini, baru kami tahu bagaimana sebenarnya kerja sama ini. Semua berjalan baik,” tutur Edi Kemput, seperti yang tertulis di artikel tabloid tadi.

Sementara menurut Ian Antono, ia mengakui mengarahkan sebuah band seperti Grassrock dalam proses rekaman ternyata tidak mudah. “Saya mendapat pengalaman yang mahal. Yang diperlukan adalah bagaimana mengendalikan kejenuhan. Soalnya, kalau kedua belah pihak sudah jenuh, letupan-letupan apa pun bisa meledak. Hal ini yang sulit, tapi harus ditundukkan.”

Dari sembilan lagu yang termuat di album “Anak Rembulan (Peterson)”, Rere menyebut “Khayal” dan “Selamat Pagi Tragedi” adalah lagu-lagu yang hasil akhirnya dirasa cukup memuaskan para personel Grassrock, disamping “Peterson” tentunya. Alasannya, “Nggak banyak berubah (aransemennya) dari aslinya. Kecuali ‘Selamat Pagi Tragedi’, aslinya berdurasi 7 menit, (karena) awalnya buat festival.”

Grassrock terbentuk di Surabaya, pada 4 Mei 1984, dan awalnya kerap tampil di berbagai panggung membawakan lagu-lagu milik band rock progresif legendaris asal Inggris, Yes. Ketika posisi vokal diisi oleh Zulkarnain, Grassrock menjuarai “Djarum Super Rock Festival 1986” yang diselenggarakan oleh promotor Log Zhelebour dan mendapat kesempatan mendampingi tur 10 kota band rock legendaris, God Bless.

Setelah merilis album “Anak Rembulan”, Zulkarnain mengundurkan diri. Selanjutnya Grassrock merilis album “Bulan Sabit” (1992), “Grass Rock” (1994), “Menembus Zaman” (1999) serta satu single dalam album kompilasi “Rock Kemanusiaan” yang berjudul “Prasangka”. Dayan meninggal dunia pada 1999 yang berujung pada kevakuman panjang Grassrock. Lalu pembetot bass Yudhi juga menyusul Dayan, menghembuskan nafas terakhirnya pada 3 Januari 2014 lalu. Kini, Grassrock digawangi oleh Rere, Edi kemput, Hans Sinjal (vokal), Denny Irenk (kibord) dan Zondy Kaunang (bass). Pada akhir Agustus 2018, lagu Grassrock “Damai Indonesiaku” yang termuat di album kompilasi “Musikeras Cracked It!” rilisan MUSIKERAS berhasil masuk deretan nominasi AMI Awards untuk kategori “Duo/Grup/Kolaborasi Rock”. (mudya mustamin)

Kredit foto: Tabloid Citra (repro)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *