POPPY Makin Metal di Album “I Disagree”

Belum lama ini, setelah mengharu-biru lewat single “Concrete”, “I Disagree”, “Bloodmoney”, “Fill the Crown” dan “Anything Like Me”, penyanyi, pencipta lagu dan pelaku YouTube (Youtuber) sensasional ini kembali menggetarkan kuping lewat single baru bertajuk “Sit / Stay”. Lagu tersebut juga masih berasal dari album studio ketiganya, “I Disagree” yang dirilis via label Sumerian Records sejak 10 Januari 2020 lalu.

Namun menurut Poppy, “I Disagree” justru ia rasakan seperti album pertama baginya. “Dalam konteks apa yang ingin saya lakukan di setiap elemen, dari awal sampai akhir, (album) ini terasa seperti album debut saya,” cetusnya lewat siaran pers resminya.

Jika bicara genre, bisa dibilang Poppy berada di berbagai ruang. Ia memang tak ingin dibatasi. Ia menerjang batasan-batasan antara pop, electronic, pop metal, industrial rock, progressive metal bahkan kawaii metal. Terutama di album “I Disagree” ini. Namun saat diwawancara oleh Majalah Kerrang!, Poppy tak mau musiknya disebut metal. “Tapi saya memang mendengarkan musik (jenis) itu,” ujarnya mengakui.

Sepanjang 2019 lalu, Poppy menggarap “I Disagree” dalam jadwal yang sangat intensif di Los Angeles bersama tiga musisi dan produser yang telah menjadi rekan kolaborasinya selama ini; Zakk Cervini, Chris Greatti dan Titanic Sinclair. Dengan mengambil berbagai referensi – mulai dari Madonna, Gary Numan hingga Nine Inch Nails dan Marilyn Manson, Poppy merakit “I Disagree” dalam proses kreatif yang dibuat sebebas dan sekreatif mungkin.

“Saya mengerjakannya bersama Zakk, Chris dan Titanic sepanjang keseluruhan prosesnya. Saya tidak membiarkan siapa pun mendengarkan lagunya sebelum benar-benar rampung. Saya tidak membiarkan ada usulan dari luar. Di masa lalu, saya bisa menghasilkan satu lagu dalam sehari. Itu menyenangkan. Tapi (kali ini) kami benar-benar meluangkan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu untuk lagu-lagu baru ini dan membuatnya menjadi yang terbaik dari yang kami bisa. Ini adalah seni dalam bermusik yang harus kami eksplorasi. Selama proses kreatif lebih dari 10 bulan tersebut telah memberikan pengalaman dan perspektif yang berbeda.”   

Poppy yang terlahir dengan nama asli Moriah Rose Pereira pada awal Januari 1995 memulai karirnya pada 2011. Dua tahun kemudian, saat menetap di Los Angeles ia berkolaborasi dengan sutradara dan musisi Titanic Sinclair yang cukup membantu karirnya sebagai YouTuber. Pada 2015, dengan menggunakan nama That Poppy, ia mengikat kontrak rekaman dengan Island Records dan merilis album mini (EP) pertamanya bertajuk “Bubblebath”. Lalu pada 2017, Poppy dikontrak oleh label Mad Decent yang menghasilkan album “Poppy.Computer” (2017) dan “Am I a Girl?” (2018). “I Disagree” adalah album debutnya di bawah payung Sumerian Records, sekaligus menjadi album kolaborasi terakhirnya dengan Titanic. (MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *