Masih dengan mengombinasikan punk, hardcore serta post-hardcore yang melodik, sarat energi dan semangat, yang digiring bersama lirik-lirik emosional nan anthemic, unit rock asal Florida, AS New Found Glory kembali membakar semangat para penggemarnya lewat album terbaru bertajuk “Forever + Ever x Infinity”, yang bakal dirilis via Hopeless Records pada 29 Mei 2020 mendatang.

Setelah berkiprah selama lebih dari dua dekade dengan 10 album, formasi Jordan Pundik (vokal), Chad Gilbert (gitar), Ian Grushka (bass) dan Cyrus Bolooki (dram) memastikan bahwa album ini tetap menyuguhkan 100 persen kejujuran musikal New Found Glory yang selama ini sudah sangat akrab di kuping para penggemarnya.

Lebih jauh membahas mengenai proses kreatif di balik penggarapan “Forever + Ever x Infinity”, berikut simak tanya-jawab eksklusif Mudya Mustamin dari MUSIKERAS dengan Cyrus Bolooki:

 

Musikeras: Apa yang bisa Anda ceritakan dari proses penulisan dan perekaman “Forever + Ever x Infinity”?

Cyrus Bolooki: Penulisan album ini sangat mirip dengan beberapa album kami sebelumnya… kami cenderung melakukan banyak pekerjaan saat bersama dalam tur, karena kami tidak tinggal berdekatan saat kami tidak sedang tur. Saya memiliki pengaturan sistem rekaman mini melalui laptop saya di bagian belakang bus kami, dan saya akan mengambil ide-ide permainan gitar dari Chad (Gilbert) dan merekamnya ke dalam laptop saya. Lalu, saya akan menggunakan (efek) plugin untuk menulis pola permainan dram saya di atasnya, dan kami lalu merekam Jordan menyanyikan ide-ide liriknya. Sangat mengejutkan betapa bagusnya kami mendapatkan semua ini lewat pengaturan portabel yang ada di dalam bus!

Sebelum memasuki studio, kami selalu menghabiskan waktu memainkan lagu-lagunya, menyempurnakan bagian-bagiannya dan merasakan kenyamanan bermain bersama sebagai sebuah band. Untuk album ini, kami membawa Steve Evetts untuk memproduksi albumnya, dan dia sangat cocok. Dia berasal dari latar belakang musik yang sama seperti kami, dia bekerja sama dengan band-band seperti Saves The Day, Snapcase, dan bahkan The Cure, jadi sangat mudah untuk bekerja dengannya, dan dia membawa banyak ide bagus saat kami berada di tahapan praproduksi.

Kami merekam banyak lagu untuk album ini, seluruhnya 15 lagu! Dan kami sangat bangga akan hasilnya.

 

Anda menyebutkan (di siaran pers): ‘Ini adalah album yang telah ditunggu-tunggu oleh penggemar kami.’ Apakah Anda sering online untuk membaca apa yang orang katakan tentang band dan musik Anda?

Untuk saat ini sulit untuk tidak melihat apa yang orang katakan tentang band Anda, tetapi saya tidak berpikir kita pernah melakukan sesuatu hanya untuk para penggemar. Kami, pertama dan terutama, melakukan hal-hal yang akan kami nikmati dan hargai, dan kemudian kami mempertimbangkan bagaimana penggemar kami akan menerimanya, terutama ketika menulis bagian untuk dimainkan di panggung. Kami ingin semua orang menikmati pertunjukan live kami dan bersenang-senang ketika datang ke konser kami, dan kami pasti memikirkan tentang hal itu saat menggodok lagu-lagu ini.

Ketika kami berkata, ‘Ini adalah karya rekaman yang kami buat, yang telah ditunggu-tunggu oleh penggemar kami’, saya pikir kami mengacu pada kenyataan bahwa ada banyak lagu yang up-tempo di album ini, dan jika ada satu hal yang terus-menerus dikatakan penggemar kepada kami, adalah ‘Mana lagu-lagu yang lebih cepat?’ atau ‘Saya harap ada lagu yang lebih cepat pada rekaman berikutnya’. Jadi, ini dia, seabreg lagu yang lebih cepat, dengan rasa pop-punk ‘nostalgia’ yang memenuhi sekujur album.

 

Dari sisi sound, apa tantangannya saat merekam keseluruhan album “Forever + Ever x Infinity”?

Berdasarkan album-album kami sebelumnya, saya pikir kami masuk ke setiap proses rekaman sudah dengan pemikiran, (yang) biasanya berkaitan dengan unsur-unsur yang ingin kami masukkan atau tidak disertakan. Misalnya, tentang (album) “Resurrection” (2014), kami benar-benar ingin memamerkan kami berempat secara individu dan tidak bersembunyi di balik beberapa lapisan instrumen, makanya benar-benar tidak ada apa-apa selain dram, bass, gitar dan vokal. Dan untuk isian-isian gitar jarang ada dua atau lebih bagian yang dimainkan sekaligus. Tapi di album “Makes Me Sick” (2017), kami melakukan yang sebaliknya, kami ingin lebih mendalam, dengan sound berlapis, termasuk banyak permainan kibord serta elemen pendukung, dan itu memungkinkan kami untuk melakukan eksplorasi yang menyenangkan dengan memasukkan synth dan hal-hal seperti itu di album.

Lebih jauh, kami tidak masuk rekaman dengan gagasan yang terbentuk sebelumnya, (jadi) memungkinkan (memasukkan) elemen apa pun yang kami rasa perlu untuk menyelesaikannya. Meskipun tidak banyak bagian kibord atau synth di album ini, namun pastinya banyak sekali bagian untuk gitar, yang kira-kira lebih seperti album lama kami seperti “New Found Glory” (2000) atau “Sticks and Stones” (2002), dimana kami akan membuat bagian-bagian gitar berlapis dan harmoni vokal di atas trek dasar kami untuk membawa lagunya ke tingkat berikutnya.

Jadi, tidak banyak tantangan saat merekam album ini… kami hanya mengambil perlengkapan musik kami, mencolokkannya, memasang beberapa mikrofon dan peralatan studio yang bagus, menaikkan volume sampai level 11 dan menggebernya!

 

Apa yang paling membuat Anda bersemangat ketika mengeluarkan musik baru?

Selalu menegangkan saat akan mengeluarkan musik baru, karena Anda menghabiskan begitu banyak waktu dengan materi baru, yang pastinya pada satu titik Anda akan bertanya-tanya apakah Anda hanya berpikir lagu-lagu itu bagus karena Anda sangat sering mendengarnya. Tapi saya pikir dalam kasus kami, karena kami banyak menulis saat tur, kami selalu memberikan sedikit bocoran ke teman-teman terdekat kami untuk mendengar pendapat mereka saat kami di jalan bersama mereka, dan saya pikir yang paling penting adalah bahwa kami tetap jujur terhadap prosesnya serta terhadap diri kita sendiri. Kami mungkin mengambil risiko di sana-sini, tetapi saya tidak pernah melihat kami di band melakukan perubahan total 180 derajat menjadi sesuatu yang bukan kami. Kami akan selalu berubah dan berkembang, tetapi dengan cara organik yang memungkinkan semua materi kami mengalir bersama.

Jadi, saya pikir hal yang paling menarik dalam hal mengeluarkan musik baru bagi kami adalah bagaimana bisa membaginya dengan penggemar kami, memasukkan lagu-lagu baru di set manggung kami dan menikmati tantangan bagaimana membuat semua materi tersebut cocok digabungkan dalam sebuah pertunjukan live dimana semua orang dapat menikmatinya, baik buat kami di atas panggung maupun penggemar kami di kerumunan. Dan untungnya bagi kami, penggemar tampaknya selalu bisa menikmati dan menghargai materi baru seperti halnya terhadap lagu-lagu klasik kami!

 

Bagian mana dari kegiatan di band yang Anda sukai, manggung atau membuat rekaman?

Pasti ada keistimewaan bagi kedua sisi industri tersebut…. Saya seorang penggila gear dan selalu terpesona oleh proses rekaman, jadi bagi saya studio itu ibarat ruang kelas terbesar yang pernah ada. Saya mencoba untuk menggali segalanya, di mana pun, saat melakukan rekaman. Karena untungnya bagi kami, kami dapat bekerja di begitu banyak studio bersama berbagai tipe orang dan produser yang berbeda, dan saya terus belajar ketika kami melakukannya.

Namun, tidak ada yang bisa melebihi perasaan saat naik ke atas panggung dan bermain di depan banyak orang. Merasakan energi di ruangan itu – dan mungkin fakta bahwa kami sedang menciptakan energi itu – adalah perasaan yang tidak bisa digambarkan oleh kata-kata, yang tidak bisa diulang di tempat lain, dan saya akan selamanya merasa bersyukur akan hal itu. Itulah sebabnya mengapa kami selalu mengatakan bahwa kami mencintai apa yang kami lakukan, dan kami ingin terus melakukannya selama mungkin!

 

Apa saja yang kalian lakukan di rumah dalam situasi pandemi virus corona ini?

Ini adalah waktu yang sangat aneh saat ini – tidak hanya buat kami, tetapi semua orang, di berbagai belahan dunia – dan, pada saat-saat seperti ini, pandemi global ini jauh lebih penting daripada musik, atau apa pun dalam hal ini. Tidak masalah siapa Anda, ini akan memengaruhi Anda, dari bintang film hingga pemimpin global, dari tuna wisma hingga orang-orang kaya, muda maupun tua. Bagi kami ini sangat sulit karena, seperti yang kalian tahu, industri musik benar-benar langsung terhenti begitu pandemi ini meledak, dan tidak ada jawaban pasti kapan skena musik live akan kembali dimulai. Liga olahraga telah memikirkan untuk bermain tanpa orang banyak, tetapi, dengan musik live, itu tidak sama. Dan terutama untuk band seperti kami, kami hampir tidak dapat memainkan pertunjukan kecuali jika kami berada di ruangan yang penuh dengan orang, yang justru merupakan hal paling akhir yang mau dilakukan siapa pun saat ini.

Jadi, sementara kita di rumah, kita melakukan apa yang orang-orang lain lakukan: menghabiskan banyak waktu yang dibutuhkan bersama keluarga kita, banyak menikmati alam luar – saya tinggal di Florida dan memiliki kolam (renang) di rumah jadi saya hampir setiap hari di dalamnya – (saya) telah mempunyai hobi baru dan atau mencoba menyelesaikan sesuatu yang sudah lama tertunda, dan yang paling penting mencoba untuk tetap di rumah dan tetap sehat dengan menjaga kebersihan dan membatasi hadir di keramaian.

Seperti orang-orang lain, kami berharap kembali ke keadaan normal sesegera mungkin. Tetapi lebih dari segalanya, saya berharap orang-orang di sekeliling saya dan semua orang pada umumnya dapat melewati keadaan kesehatan ini dan dengan sesedikit mungkin nyawa yang hilang. Musik tidak akan pernah pergi, dan hidup akan terus berlanjut melewati ini. Pada titik tertentu kami akan kembali ke apa yang kami lakukan, dan saya pikir kami akan lebih menikmatinya pada saat itu. Sementara itu, kami akan merilis album baru kami dan mungkin akan ada banyak waktu untuk semua penggemar New Found Glory di luar sana untuk mempelajari lagu-lagu kami dan sudah siap untuk waktu berikutnya sehingga bisa melihat kami dalam konser!

Kredit foto: Acacia Evans

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY