Sebuah lagu yang berlatar belakang depresi menjadi pemantik awal band alternative rock asal Jakarta ini. “As Your Eyes”, single pertama Satier terinspirasi dari pengalaman pribadi vokalisnya, Hans Melvin yang lantas diolah menjadi suatu pesan, yang ingin mereka sampaikan kepada siapa pun yang sedang mengalami masa-masa sulit di dalam hidupnya.

“Lagu ini menggambarkan salah satu fase dalam depresi, dimana seseorang merasa sudah kehilangan segala hal yang berarti bagi dirinya dan merasa tidak memiliki arti lagi di dalam hidupnya. Namun, bahkan di tengah keputusasaan tersebut, ternyata muncul harapan yang tidak pernah disangka oleh dirinya,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, mengenai makna liriknya.

“As Your Eyes” sendiri sebetulnya merupakan salah satu lagu pertama yang digarap Hans Melvin, Andreanus ‘Anus’ Bagas (bass), Pierre Advantio (gitar), Adhika Yahya (gitar), Muhammad Thareq (dram) dan Rizfan ‘Acong’ Maarij (kibord/synth) saat awal Satier terbentuk, yakni pada awal Januari 2019 lalu. Namun, karena waktu itu mereka belum menemukan pola aransemen yang final, akhirnya lagu tersebut sempat terlupakan selama setahun.

“Bahkan hampir dilupakan sepenuhnya karena kami banyak menulis materi baru lainnya,” cetus mereka lagi.

Untungnya, singkat cerita, pada suatu kesempatan para personel Satier berkenalan dengan gitaris Romano alias Romano Guitar Boy yang bersedia meluangkan waktunya untuk memproduseri album Satier. Pada saat itulah “As Your Eyes” mulai disempurnakan.

“Uniknya, setelah menemukan aransemen baru, kami langsung mempertimbangkan ‘As Your Eyes’ sebagai single pertama, dan pada akhirnya, berdasarkan hasil voting, kami memutuskan ‘As Your Eyes’ (terpilih) sebagai single pertama kami. Walaupun kami juga sempat khawatir, karena aransemen lagu ini tidak direncanakan sebelumnya, dan bisa dibilang dadakan, tetapi mas Romano selaku produser meyakinkan kami dan juga memberi banyak ide yang keren banget buat lagu ini.”

Satier lantas mengeksekusi proses proses rekaman “As Your Eyes” di SJM studio di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, milik Romano. “Alhamdulillah, kami semua nggak nemuin masalah sama sekali, dan semua pun enjoy dan happy untuk ngerjain lagu ini.”

Dalam konteks musik, Satier mengakui lagu “As Your Eyes” banyak terinspirasi dari lagu-lagu Dance Gavin Dance, khususnya dalam pemilihan kord.

Setelah “As Your Eyes”, Satier menyebut bakal ada single lainnya yang menjadi rilisan berikutnya. Jika tak ada hambatan, materi album ditargetkan bisa rilis pada akhir tahun ini.

Sedikit menengok ke belakang, pemilihan ‘Satier’ sebagai nama band berdasarkan gagasan gitaris Pierre Advantio, yang diambil dari makhluk mitologi Yunani yang bernama ‘Satyr’. Karakter Satyr ini hampir mendekati band Satier sendiri, yakni berjenis kelamin laki-laki, sangat suka dengan wanita, suka memainkan musik dan mendengar alunan musik, suka minum anggur, dan mereka tidak hidup abadi.

“Agar terkesan agak Indonesia, kami sepakat untuk mengganti dan menambahkan huruf ‘i’ dan ‘e’ agar menjadi ‘Satier’ tanpa menyinggung kata ‘satir’ yang ada dalam kamus besar Bahasa Indonesia yang berarti sindiran. Akhirnya semua sepakat dan kami resmi menggunakan nama Satier sebagai identitas kami.” (mdy/MK01)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY