Di era akhir ‘80an hingga awal ‘90an, unit ‘hair metal’ asal New York City, AS ini terbilang lumayan popular. Mereka banyak menorehkan warisan lagu yang akrab di kuping pendengar rock dunia, termasuk di Indonesia. Sebutlah di antaranya seperti “Wait”, “Tell Me”, “Broken Heart”, “Hungry”, “Little Fighter”, “Lights and Thunder” hingga nomor balada, “When the Children Cry”.

Sayangnya, sejak terbentuk pada 1983 silam, White Lion yang dihuni formasi terbaiknya, Mike Tramp (vokal), Vito Bratta (gitar), James LoMenzo (bass) dan Greg D’Angelo (dram) hanya berhasil menelurkan empat album studio, yakni “Fight to Survive” (1985), “Pride” (1987), “Big Game” (1989) dan “Mane Attraction” (1991), lalu bubar tak lama setelahnya. Bendera White Lion sendiri sempat diteruskan oleh Mike Tramp yang merekrut personel baru dan menghasilkan album “Remembering White Lion” (1999) dan “Return of the Pride” (2008).

Kini, walau karir bandnya sudah lama terkubur, sebuah label rekaman bernama Cherry Red Records berinisiatif untuk menghadirkan kembali album-album terbaik White Lion tadi. Sebuah paket kumpulan album (boxset) bertajuk “White Lion: All You Need Is Rock ‘N’ Roll – The Complete Albums 1985-1991” bakal mereka rilis dalam format cakram padat (CD) pada 26 Juni 2020 mendatang.

Selain album “Fight to Survive”, “Pride”, “Big Game”, dan “Mane Attraction”, Cherry Red juga menyertakan satu kepingan CD yang memuat rekaman konser White Lion yang berjudul “Live: Ritz – New York” (1988). Setiap album studio yang dirilis ulang tersebut – kecuali “Fight to Survive” – masing-masing menyertakan trek bonus.

Di album “Pride”, ada sisipan lima trek, yakni “Wait” (Extended Remix), “When The Children Cry” (versi edit), “All You Need Is Rock N Roll” versi berdurasi panjang dan versi pendek serta versi edit lagu “Tell Me”. Lalu di “Big Game” ada tambahan versi edit lagu “Cry For Freedom”, sementara di “Mane Attraction” diselipkan lagu “Lights & Thunder” versi edit.

Oh ya, di kepingan “Live: Ritz – New York”, selain ada 13 versi live lagu-lagu terbaik White Lion, juga ada tambahan rekaman mereka memainkan lagu “Little Fighter”, “When The Children Cry” dan “Don’t Give Up” saat latihan.

Setelah dinyatakan bubar, pihak label yang menaungi White Lion era itu, Atlantic Records merilis album kompilasi “The Best of White Lion” pada 15 September 1992. Mike Tramp melanjutkan karir solo dan sempat membentuk band baru bernama Freak of Nature, sementara James LoMenzo dan Greg D’Angelo bergabung dengan band milik Zakk Wylde, Lynyrd Skynhead (cikal bakal Pride & Glory). Vito Bratta sendiri memutuskan gantung gitar dan menjauh dari keriuhan panggung musik hingga hari ini. (*)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY