Seperti filosofi yang terinspirasi dari semboyan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI RI, yaitu Tan Hana Wighna Tan Sirna’ yang berarti ‘tak ada rintangan yang tak dapat diatasi’, unit hardcore/metal asal pesisir pantai Utara Pekalongan, Jawa Tengah ini merilis single “Militansi”. Sebuah karya rekaman yang mencetuskan semangat pantang menyerah dalam menghadapi keadaan sosial.

“Melalui Newflag, kami mencoba menjadi media untuk mereprentasikan keadaan sosial dan memberikan motivasi sikap positif dengan mengungkapkan cerita, baik pribadi maupun orang-orang terdekat, yang selama ini hanya dipendam sendiri,” tutur Newflag via siaran pers resminya.

Untuk mempertegas motivasi di “Militansi”, Newflag yang dihuni Irani Fazagani (vokal), Ega Gilar (gitar), Tegar Blasz (bass) dan Deady Sukma (dram) menggeber musiknya dengan kegagahan hardcore/metal yang diberi sentuhan elemen oldschool hardcore dan thrash metal yang dominan serta serta iringan aransemen bernuansa nu metal untuk menghadirkan ambient yang harmonis dan padat. Sementara di segmen vokal, “Militansi” juga menampilkan karakter vokal yang lantang dan cepat untuk menggambarkan emosi serta pesan lirik di dalam lagunya.

“Proses penggarapan single ‘Militansi’ yang dipersiapkan sejak November 2019 ini adalah proses panjang untuk sebuah single demi mendapatkan hasil yang sesuai harapan, terutama proses (pembentukan) karakter sound yang bisa memberikan nyawa dan aroma khas ‘North beach hardcore’ yang kami presentasikan,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

Demi mendapatkan komposisi yang sesuai misi Newflag, beberapa referensi menjadi pegangan kuat, yang antara lain diserap dari band-band dunia seperti Agnostic Front, Madball , Slayer, Slipknot, Walls of Jericho, Born From Pain dan Rise of the Northstar. Komposisi musiknya sendiri sebagian besar ditulis oleh Tegar, sementara lirik dieksekusi oleh Irani. Newflag merekam “Militansi” di Dosath Studio, Pekalongan dengan bantuan Jengky Dosath untuk pengoperasian teknis rekaman, serta Johan untuk pemolesan mixing dan mastering yang dilakukan di Inferno Studio, Surabaya.

“Demi mendapatkan hasil yang maksimal, kami melakukan beberapa upgrade yang tidak disediakan di Dosath Studio seperti ampli dengan tipe tertentu, perangkat dram serta beberapa mikrofon ypendukung untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan ketika kami sudah merasa puas, (barulah) materi single ‘Militansi’ kami kirim untuk mixing dan mastering.”

Setelah perilisan “Militansi”, langkah Newflag berikutnya adalah meneruskan penggodokan materi album debut yang diharapkan akhir tahun ini bisa dirilis. Namun sebelumnya, mereka kini juga sedang menyiapkan satu single baru lagi, yang rencananya dilepas pada Juni atau Juli 2020 mendatang, yang kebetulan bertepatan dengan peringatan hari jadi pertama band bentukan Juni 2019 ini.

“Kami berharap pandemi (korona) ini segera berakhir dan kami bisa memperkenalkan dan memberikan suguhan secara live sebagai pelengkap perilisan (album).”

“Militansi” yang didistribusikan oleh Aresmusik kini bisa dinikmati di berbagai penyedia jasa layanan dengar musik digital (streaming) seperti Spotify, iTunes dan Deezer. (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY