Kejenuhan akan rutinitas yang mengekang, beban kerja yang memperbudak, ketidakpedulian perusahaan akan manusia di dalamnya, atasan yang bersikap buruk hingga gila kerja yang destruktif adalah sejumlah masalah yang melatari lahirnya single “Hilang Masa”.

Tapi uniknya, riff gitar dan lirik single tersebut justru ditulis oleh mantan vokalis dan gitaris Fox Fort, Arga Arkadhia Yusuf yang mundur pada 2019 lalu.

“Ada kejadian yang membuat gue nulis lirik ini,” cetus Arga mengungkapkan. “Gue udah bener-bener geram sama culture di korporasi yang benar-benar kaku. Gue sebel karena manajemen perusahaan cuma mikirin revenue dan revenue. Nggak ada berpikir tentang manusia yang ada di dalamnya. Jadi perusahaan itu memanusiakan manusia atau merobotkan manusia?”

“Hilang Masa” mulai digarap kuintet alt-rock/grunge asal Jakarta ini sejak 2018 lalu, dan kini menjadi rilisan pertama Fox Fort dengan formasi anyar mereka, setelah Dewandra Danishwara (vokal/gitar) dan Adhiwira Gautama (vokal/gitar) bergabung, melengkapi Valdyan ‘Baleng’ Putra (gitar/vokal), Yuananda ‘Anyu’ Bayu Utomo (dram) dan Lukman Kosasih (bass).

Baleng menyebut “Hilang Masa” sebagai lagu yang mencerminkan bagaimana mereka merasakan apa yang dirasakan banyak orang, dan semua hal tersebut dituturkan menjadi sesuatu yang bermakna. Bukan cuma itu, proses peluapan emosi menjadi hal yang sangat jelas terdengar di lagu ini.  “Melalui ‘Hilang Masa’ kami melepas penat dari segala kesibukan aktifitas sehari-hari. Ada rasa puas untuk meluapkan emosi sesaat pada lagu ini,” imbuh Anyu.

“Hilang Masa” yang sudah tersedia di berbagai layanan jasa dengar musik digital (streaming) itu sendiri merupakan salah satu demo yang direncanakan akan termuat di debut album yang rencananya bakal rilis akhir tahun ini. Hingga saat ini, sudah terdapat 20 materi yang akan dikurasi menjadi 10 lagu untuk album tersebut. Saat ini, Fox Fort yang terbentuk sejak 2015 lalu sudah merampungkan empat lagu yang akan menjadi rilisan berikutnya, sebagai jembatan menuju debut album.

“Progres album sendiri sudah rampung dan tinggal masuk ke ranah post-produksi, mixing dan mastering. Kami ‘memasak’ materi di dapur rekaman full selama setahun (di NoiseLab Studio) pada 2019 kemarin. Kami masuk studio di awal 2019 lalu selesai di November 2019 kemarin,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Bagi Fox Fort, “Hilang Masa” merupakan proses awal pendewasaan mereka dalam bermusik. “Sejak awal terbentuknya materi hingga proses pascaproduksi, semua terjadi secara organik tanpa menjauhkan karakter musik Fox Fort.” (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY