Serdadu EMBERS OF VALOR Letupkan Single Keberanian

Sekitar dua tahun setelah terbentuk, bara-bara keberanian asal Denpasar, Bali ini pun meletupkan single pertamanya, “Serdadu di Musim Kemarau”. Sebuah karya rekaman dimana liriknya menyurahkan kebimbangan seseorang dalam keterpurukannya, di tengah masa-masa krisisnya yang mengharuskannya kritis dalam menjalani hidup.

Penggambaran ‘serdadu’ sendiri dianggap pas, karena dianggap sebagai sosok yang kuat, tahan di segala medan dan cuaca terburuk sekali pun, dan siap menggentarkan lawan. Sementara ‘musim kemarau’ mewakili penggambaran musim yang terburuk bagi petani karena harus menghadapi kekeringan dan hama yang bisa menyebabkan gagal panen. Jadi menurut Embers of Valor (EOV), dari segala aspek, “Serdadu di Musim Kemarau” sangat tepat untuk didengarkan para metalheads yang dianggap kuat di segala medan, termasuk di musim pandemi seperti sekarang ini.

Saat penggarapan rekaman “Serdadu di Musim Kemarau”, Dwika Kumon (vokal), Gede ‘Dhay Reddle’ Sukraada (gitar), Ananda ‘Nandak’ Kusumasuta (gitar), Purna ‘Boolank’ Wijawa (bass) dan Dian ‘Dean Pongex’ Mertha (dram) mengaku tidak membutuhkan waktu lama. Hanya kurang lebih dua minggu, dan itu pun hanya mengambil waktu di akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Mereka mengeksekusi rekamannya di dua tempat, yakni di Amaze Aliens Lab, Bali untuk keseluruhan instrumen, sedangkan untuk vokal utamanya direkam di D.A.P. Studio Jimbaran, Bali.

“Jujur sebelum band ini terbentuk, draft bagan-bagan lagu dan riff-riff gitarnya sudah pernah direkam ala kadarnya di komputer oleh Dhay Reddle. Saat EOV terbentuk Dhay coba mengajukan draft lagu ini, dan personel yang lain menyetujui dengan input-input ide sehingga terjadilah ‘Serdadu di Musim Kemarau’ yang sekarang ini,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Lalu, untuk memaksimalkan keganasan lagunya, EOV mengajak Kris Jay, vokalis dari band Licentica untuk turut ambil bagian pada bagian reff “Serdadu di Musim Kemarau”. Alasannya, karena menurut mereka karakter suara Kris yang serak dan powerful akan menjadi kombinasi yang sempurna dengan teriakan suara Kumon yang berat dan lebar.

Sementara di lini pengolahan musiknya, EOV melebur berbagai pengaruh menjadi satu, mencakup elemen metalcore, hardcore, death metal dan bahkan blues. Contohnya pada bagian tertentu, ada suara seperti choir serta sentuhan string, layaknya mendengarkan lagu opera.

“(Lalu) Berbarengan dengan part tadi dihajar oleh Nandak dengan (permainan) lead gitar yang sayup-sayup ala blues ‘miring’, ditambah aksen vokal Kumon yang terdistorsi bersahutan dengan dentuman dram, bass dan ritemnya. Kami tidak terpaku pada band-band idola karena sejatinya kami punya refrensi yang berbeda-beda satu sama lain. Tetapi tetap ada di satu koridor yang sama, yaitu rock dan metal sebagai pondasi utama. Jadi kami bisa bebas berekspresi mengikuti pondasi tadi.”

Dalam waktu dekat, EOV yang telah menggeliat di skena metal sejak akhir 2017 lalu ini juga berencana merilis album mini (EP) pertamanya, yang diproyeksikan memuat lima atau enam amunisi lagu. Tapi sebelumnya, pada akhir Juni atau awal Agustus, mereka akan kembali mengeluarkan sebuah single lagi dengan konsep yang sangat berbeda dibanding “Serdadu di Musim Kemarau”.

Oh ya, selain pendistribusian “Serdadu di Musim Kemarau” di berbagai layanan jasa dengar musik digital (streaming), masa pandemik ini juga dimanfaatkan oleh Dhay Reddle dan Nandak untuk merekam video Guitar Playtrough untuk single tersebut. (mdy/MK01)

.

 

One reply on “ Serdadu EMBERS OF VALOR Letupkan Single Keberanian ”
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *