Dari Medan, unit cadas ini telah melontarkan sebuah album penuh berjudul “Planetary Annihilation”, yang diedarkan via label asal Portugal, Miasma Records dan Vomit Your Shirt dalam format fisik cakram padat (CD) dan digital. Karya rekaman terbaru Neptunus ini memanaskan paduan technical death metal dan deathcore dengan geberan yang lebih cepat.

“Kami lebih suka menyebutnya menjadi Aliencore/Spacetechdeath karena mengambil tema seperti alien dan luar angkasa untuk musik kami,” cetus pihak band menegaskan konsepnya.

“Dari segi musikal, album ‘Planetary Annihilation’ sangat berbeda dibanding sebelumnya,” ungkap vokalis Andre Roy Pelawi kepada MUSIKERAS, mewakili rekan-rekannya di Neptunus. “Perbedaannya lebih terasa dewasa, dimana di album terbaru ini kami sedikit mengurangi unsur breakdown, dimana rilisan sebelumnya banyak terdapat part-part breakdown. Di album terbaru ini kami membuat musiknya lebih kompleks, cepat dan tanpa kompromi, dengan lirik yang juga lebih terkonsep.”

Lebih jauh, Neptunus yang dihuni formasi Andre Roy Pelawi, Asriadi Pardosi (gitar), Andi Muhammad Fachrozi (dram) dan Irwansyah Hasibuan (bass) ini menyebut band-band luar seperti Rings of Saturn, Brain Drill, Viraemia hingga Archspire sebagai referensi atau sumber inspirasi pengolahan musiknya, yang lantas diberi sedikit unsur breakdown ala deathcore.

Proses kreatif saat merekam album “Planetary Annihilation” sendiri menghabiskan waktu selama kurang lebih empat bulan, yang dimulai pada akhir Maret sampai akhir Juli 2019 lalu. Keseluruhan rekaman materi sejumlah delapan trek dieksekusi di Servere Records yang berlokasi di Tanjung Morawa, Medan. Dua lagu di antaranya diambil dari EP pertama Neptunus, yakni “Alien Conspiracy’’ (2018) yang telah mengalami proses mastering ulang.

Dari segi lirik, “Planetary Annihilation” mengumbar kisah tentang monster yang datang dari luar angkasa untuk misi menghancurkan seluruh planet dan memusnahkan seluruh makhluk hidup yang ada. Namun sebelum seluruh planet dihancurkan, ada rencana jahat di balik itu semua. Para alien terlebih dahulu melakukan manipulasi DNA dengan cara menyilangkan DNA alien dengan manusia untuk menciptakan kehidupan dan planet yang baru di masa yang akan datang.

Neptunus memulai petualangannya di skena metal ‘bawah tanah’ pada Desember 2016 silam di Medan. Formasi awalnya dihuni Andre Roy, Asriadi Pardosi, Andi Muhammad Fachrozi dan gitaris Ferry Permata Ananda. Namun pada awal 2017, Ferry memutuskan untuk hengkang sehingga Neptunus sempat berjalan dengan formasi bertiga. Pada Oktober 2017, bassis Irwansyah Hasibuan lantas bergabung melengkapi formasi.

Selain dalam format CD, “Planetary Annihilation” yang resmi mulai beredar pada 24 Februari 2020 lalu juga bisa didengarkan via berbagai layanan jasa dengar musik digital (streaming). (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY