Menjelang perilisan karya albumnya, unit emo rock asal, Mojokerto, Jawa Timur ini melepas single keduanya, berjudul “Brighter Days”. Sebelumnya, band yang telah menggeliat di skena independen sejak 2017 ini telah mempertegas eksistensinya lewat single perkenalan bertajuk “Poison” yang sudah mengudara di berbagai platform musik digital sejak 2018 lalu.

Di single “Brighter Days” ini, para personel The Sun Goes Down, yakni Krisno Suwono (vokal), Dhani Rahardian (gitar), Farusma Okta (bass) dan Winaldy Senna (dram) menerapkan formula modern rock yang diberi sentuhan permainan harmoni gitar, yang dieksekusi oleh PrasGs, gitaris asal Bandung yang juga tergabung di band Slap It Out.

Dalam konstruksi musikalnya, kami menyajikan konstruksi musik yang cenderung keras dengan nuansa gitar hi-gain namun tetap dikemas secara easy listening dan cukup ‘halus’ untuk didengarkan oleh orang yang tidak familiar dengan hal yang berbau distorsi sekalipun. Tujuan dibuat seperti itu adalah untuk menjangkau berbagai telinga atau pendengar agar bisa masuk dan untuk selanjutnya bisa menikmati musik kami,” beber pihak band kepada MUSIKERAS.

“Brighter Days” sendiri adalah lagu yang keseluruhan produksinya dilakukan secara mandiri oleh The Sun Goes Down, termasuk proses rekaman yang dilakukan di studio sendiri. Mereka menggarapnya selama kurang lebih tiga minggu. Khusus untuk isian gitar PrasGs dieksekusi di studionya sendiri, kemudian hasilnya dikirimkan ke personel The Sun Goes Down. Dari situ baru dilakukan tahapan mixing dan mastering yang dipercayakan kepada Winaldy Senna, dramer The Sun Goes Down yang sekaligus bertindak sebagai audio engineer.

Secara teknis untuk post-production dan sound design, kami mengadaptasi model produksi yang dilakukan oleh Periphery (Nolly Getgood), Joel Lindfors dan David Maxim Micic. Sementara untuk referensi (musikal), kami tidak spesifik (mengacu) pada satu band atau aliran, namun ide-ide atau riff yang spontan keluar langsung diaplikasikan dengan nuansa alternative/rock.”

Tahun 2020 ini sendiri dicanangkan sebagai tahun pembuatan dan perilisan album The Sun Goes Down, yang bakal beramunisikan 10 lagu. Sayangnya, kini agak terhambat karena adanya wabah virus Corona. Namun sejauh ini, proses penggarapannya sudah mencapai 90%. Bahkan keseluruhan materi sudah selesai diproduksi, tersisa beberapa materi seperti artwork album serta beberapa detail lainnya.

“Selain ini merupakan album debut, The Sun Goes Down juga ingin mempersiapkan keseluruhan detail dengan baik agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Rencana perilisan sendiri kurang lebih akan dilakukan pada Juli-Agustus (mendatang).”

“Brighter Days” sudah tersedia di berbagai platform digital sejak 9 Mei 2020 lalu. (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY