Berawal dari dua gitaris, yakni Kumz dan Chanz yang ingin membuat konten di YouTube, yang akhirnya malah berujung pada pembentukan band. Di tengah perjalanannya, kedua gitaris tersebut lantas mengajak kameraman video mereka, Chriz sebagai vokalis. Lalu saat pengerjaan album penuh pertamanya, barulah mereka merekrut Montz sebagai dramer tetap.

Itulah sekelumit kisah awal terbentuknya Ludicia, unit metal asal Denpasar Bali yang baru saja merilis single “Chapter  I  :  I AM”. Karena sempat tak punya dramer, maka saat menggarap “Avontur”, album yang mereka proyeksikan sesegera mungkin dirilis, Ludicia pun melibatkan tujuh dramer Bali dari berbagai latar belakang genre, seperti jazz, punk rock, grindcore, emo dan deathcore. Mereka adalah Sandy Winarta (Master Jazz), Copletz (PBK), Nova (SOB), Indra (Bersimbah Darah), Guz Cilix (Trojan), Tony (Error Scream) dan Monot atau Montz (Kaligula).

Single “Chapter  I  :  I AM” merupakan lagu pertama yang dibuat oleh Ludicia. Proses penggarapannya terbilang sangat cepat dan menarik karena pada awalnya proyek ini tadinya hanya sebatas guitar project untuk konten YouTube.

“Tapi entah kenapa di pertengahan lagu kami mencoba untuk diisi vokal, alhasil lagu “I AM” pun jadi. Untuk album ‘Avontur’ terbilang agak lama (penggarapannya) karena kami tidak memiliki dramer, jadi di album tersebut kami mengajak tujuh dramer untuk berkolaborasi,” ulas pihak band kepada MUSIKERAS.

Proses rekaman “Avontur” sendiri dieksekusi di Crayon Record Studio, yang dimulai sejak Oktober 2019, dan saat ini sudah rampung sekitar 95%. Di salah satu lagu, Ludicia mengajak seorang vokalis asal Bintaro untuk berkolaborasi. Cuma karena adanya wabah Covid19 saat ini membuat proses tersebut menjadi agak melambat.

Ludicia memilih “Avontur” sebagai judul album didasari makna di baliknya, yang diartikan sebagai ‘petualangan’, yang mengisahkan perjalanan Ludicia. Jadi di setiap lagunya memiliki benang merah pada liriknya, seperti mendengarkan sebuah dongeng petualangan dari Ludicia.

“Avontur” diproyeksikan berisi 10 trek lagu dengan warna yang berbeda-beda, karena memang konsep awalnya ada kolaborasi dengan tujuh dramer yang memiliki skill dan feel yang berbeda.

“Jadi ini sebuah hal yang menarik di album perdana kami nanti. Kami juga berkolaborasi dengan seorang musisi tradisional dan seorang DJ (disc jockey), jadi akan menambah warna di album kami nanti. Untuk referensi kami lagi suka dengerin (band deathcore asal AS) Rings of Saturn dan Enterprise Earth. Kami tidak hanya menyajikan musik modern tapi juga mengisinya dengan unsur tradisional, gospel dan unsur alien ala Rings of Saturn.” (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY