Apa jadinya jika sebuah grup keras berpaham metalcore/melodic death metal mencoba bermain-main dengan elemen pop? Mungkin single terbaru dari Holykillers yang berjudul “Suar” ini bisa jadi contoh.

“Kebetulan pada lagu ini membutuhkan treatment vokal clean, kami sedikit menambahkan referensi band-band pop Indonesia, salah satunya KLa Project, agar pemilihan nadanya terdengar pop tapi tetap cocok dengan musik kami. Kali ini kami memang lebih spesifik dengan adanya clean vocal, lebih bereksperimen menggunakan nada vokal yang lebih pop agar lebih relevan dengan pendengar Indonesia,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS, berterus-terang.

Lewat “Suar”, Holykillers yang masih dihuni formasi Zethria Okka (gitar), Mochamad Reza Adhansyah (vokal), Stefanus Dicky (bass) dan Muhamad “Eby” Febriyanto (dram) ini juga kembali bereksperimen dari segi konsep musikal, dimana mereka menguatkan pondasi musiknya dengan sentuhan metal ala Gothenburg, seperti In Flames, serta secuil sentuhan ballad. Saat penggodokan rekaman yang dieksekusi di Soundpole Studio dan di FS Music Studio (khusus untuk dram), Holykillers mengajak Ragamaharasta dari Undelayed sebagai pengarah vokal serta Wisnu Ikhsantama untuk bertanggungjawab pada teknis rekaman, agar didapatkan produksi musik metal modern seperti yang mereka inginkan. Holykillers mendeskripsikan “Suar” sebagai lagu yang jujur, lugas, sekaligus catchy dengan adanya alunan melodis manis.

“Suar” sendiri menyampaikan tuturan lirik tentang penerimaan diri dari semua hal yang terjadi dalam hidup. Sama halnya dengan kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Seperti halnya pandemik yang saat ini telah memaksa manusia untuk beradaptasi 180 derajat di luar dari kebiasaan, bahkan seperti dipaksa untuk dapat menerima dan merespon perubahan.

Dalam penggalan lirik “… Henti semua angkara murka…”, menyiratkan keresahan kepada pihak-pihak yang kerap melakukan penyebaran informasi tak jelas. Informasi tak jelas yang dimaksud adalah pemikiran-pemikiran yang ‘mereka’ anggap ‘rasional’ pada situasi terkini (pandemi) secara berlebihan, terus menerus, mengancam dan dapat mengakibatkan sesat logika kepada khalayak umum.

“Pesannya adalah bahwa kita sebagai bagian dari khalayak juga harus baik untuk memilah sebuah informasi agar tidak ditelan mentah-mentah dan tidak pula untuk ikut menyebarkan ketakutan. Karena menjadi penyebar ketakutan mengabaikan empati kepada orang-orang yang sedang berjuang meredam wabah ini. Dengan segala hal yang terjadi di luar membuat kita sebagai manusia yang akhirnya bisa menemukan jalan keluar atau kedamaian di dalam diri.”

Setelah “Jenggala” yang dirilis pada awal Februari 2020 lalu, dan “Suar”, Holykillers yang telah berkarir sejak 2010 lalu masih akan merilis beberapa single lagi sebelum melepas materi album penuh, yang direncanakan rilis pada pertengahan tahun ini. Namun adanya pandemi membuat jadwal yang telah mereka susun, termasuk tur untuk promo album, harus mengalami penundaan. (mdy/MK01)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY