Setelah lepas dari kesibukan bersama bandnya, Periphery, salah satu gitaris yang paling disegani di jagat rock modern ini akhirnya kesampaian juga menyingkap kembali karya-karya musik masa lalunya. Tidak tanggung-tanggung, dalam empat bulan ke depan, Misha Mansoor bakal merilis 10 album yang mendokumentasikan BULB, proyek solonya di era sebelum terbentuknya Periphery.

BULB sendiri sudah dikenal dalam lingkaran komunitas pergitaran sebagai semacam julukan bagi Misha, dimana di era itu – sebelum mewabahnya Facebook dan Soundcloud – ia kerap membagikan demo karya-karya permainan gitarnya melalui forum penggemar Meshuggah dan John Petrucci. BULB pun akhirnya diidentikkan sebagai referensi untuk karya solo Misha Mansoor. Itu terjadi sekitar enam tahun sebelum album pertama Periphery dirilis.

Pada awalnya, Misha mengaku sempat sangat gugup membagikan karyanya, karena merasa permainannya sangat buruk. Namun lantas ia beranggapan, ia akan tetap membagikannya, dan jika memang responnya buruk, ia akan berhenti membagikan karyanya lagi. “Tetapi orang-orang tampaknya sangat ramah terhadapnya, yang mendorong saya untuk terus mem-posting (karya-karya saya),” ungkap Misha via siaran pers resminya.

Menyelam kembali ke arsip BULB, bagi Misha, merupakan sesuatu yang ingin ia lakukan selama bertahun-tahun, dan akhirnya bisa terwujud sekarang. Perilisan 10 album yang memuat perbendaharaan luas karya musik Misha yang selama ini hanya bisa didapatkan dengan mengais-ngais berbagai forum dan saluran media di jagat maya tersebut bakal dimulai dari judul “Archives: Volume 8” yang akan dilepas secara digital pada 12 Juni 2020 mendatang via label 3DOT dan Century Media Records.

Selanjutnya, berturut-turut diikuti perilisan album “Archives: Volume 7” (26 Juni), “Archives: Volume 6” (10 Juli), “Archives: Volume 5” (24 Juli), “Archives: Volume 4” (21 Agustus), “Archives: Volume 3” (4 September), “Archives: Volume 2” (18 September), “Archives: Volume 1” (2 Oktober) serta selipan “Orchestral” (7 Agustus) dan “Electronic” (16 Oktober).

“(Saya) Mempresentasikannya dalam konteks untuk menggemakan niat asli saya, mengelompokkannya dalam periode waktu lagu-lagu tersebut direkam serta membuatnya lebih mudah bagi penggemar untuk menemukan dan menikmatinya,“ tutur gitaris yang dikenal sebagai salah satu pelopor mewabahnya gaya ‘djent’ di skena progressive metal dunia.

Bersama Periphery yang terbentuk pada 2005 silam, Misha telah merilis lima album studio, yakni “Periphery” (2010), “Periphery II: This Time It’s Personal” (2012), “Juggernaut: Alpha” dan “Juggernaut: Omega” (2015), “Periphery III: Select Difficulty” (2016) dan “Periphery IV: Hail Stan” (2019). Selain itu, juga ada dua rilisan album mini (EP), yaitu “Icarus EP” (2011) dan “Clear” (2014). (MK03)

Kredit foto: Ekaterina Gorbacheva

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY