Didasari niat suci untuk mencoba sesuatu yang berbeda di Surabaya, unit keras yang baru terbentuk tahun lalu ini pun mencoba menggempur kuping pendengar musik-musik dari ‘bawah tanah’ dengan besutan single “Born To Suffer” yang ber-genre D-beat/HC Punk.

Alasannya? “(Karena) Banyaknya gempuran genre yang sama dan sangat membosankan di kota kami. Keistimewaan dari genre ini kami lebih menonjolkan ke campuran musik D-beat/HC Punk dan sedikit black metal,” seru Shatter kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Menurut band yang diperkuat formasi trio Irfanda Satria (vokal), Muhammad Hamim Fitrony (gitar) dan Tino Pratama (bass) ini, garapan musik mereka di “Born To Suffer” sedikit banyak menyerap pengaruh dari band-band seperti Baptists, From Ashes Rise, Tragedy hingga Wolfbrigade.

Lirik “Born To Suffer” sendiri menceritakan krisis menurunnya tingkat populasi kehidupan manusia di dunia yang disebabkan oleh masalah sosial dan ditambah dengan masifnya pandemi saat ini menjadikan inspirasi untuk pembuatan single debut tersebut.

“Menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup adalah salah satu solusi buruk yang otomatis cepat terbesit di dalam fikiran mereka ketika terdesak ekonomi, pencurian dan perampokan misalnya. Dan sudah jelas berdampak negatif, tingkat angka kriminalitas akan melonjak drastis tentunya.”

Pertengahan 2019 adalah awal Shatter mulai mengotak-atik ide untuk penggarapan single “Born to Suffer”, yang mereka kerjakan dari rumah masing-masing. Sedikit demi sedikit Irfanda, Hamim dan Tino menyusun target timeline yang ingin segera dituntaskan. Proses tracking digarap di Inferno Studio 178, Surabaya dan membutuhkan waktu kurang lebih sebulan penuntasannya. Khusus proses mixing dan mastering, Shatter mempercayakannya pada kualitas Griffin Studio yang berada di Kota Malang.

Sebenarnya, rencana besar Shatter setelah perilisan single Born To Suffer” adalah menjalani ibadah tur untuk mempromosikannya. Sayangnya, situasi pandemi terpaksa menunda segalanya. “Sambil menunggu situasi memungkinkan, rencananya kami akan (menggarap) album split dengan tiga band yang ada di kota kami sendiri di akhir tahun nanti. Semoga aja pandeminya segera berakhir.”

Selain bisa didengarkan di laman resmi Bandcamp Shatter, lagu Born To Suffer” juga segera dirilis via berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music dan lainnya. (aug/MK02)

.
Born To Suffer by SHATTER

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY