Walau lahir dari sebuah band yang beritikad baik membawakan lagu-lagu milik Rage Against the Machine (RATM) secara eksklusif, dan bahkan mendapatkan inspirasi penetapan nama bandnya dari band yang sama, tapi Township Rebellion tak ingin terjebak di area itu selamanya. Bagaimana pun, karya sendiri tetap lebih membanggakan. Dan itulah yang telah dibuktikan oleh unit rap rock/hip rock asal Jakarta ini lewat single debut bertajuk “Suara Tuhan”, yang telah dipublikasikan via kanal YouTube sejak 3 Juni 2020 lalu.

“Suara Tuhan” sendiri menyuarakan perlawanan dan keresahan para personel Township Rebellion, yakni Sarom Mahdi (vokal), Irwan ‘Sinyo’ Hermawan (gitar), Reza Zulhamsyah (bass) dan Ricky Zakaria (dram) atas kesenjangan, ketidakadilan dan isu kesejahteraan yang dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia.

Lirik lagu yang sarat pesan dan sikap terhadap berbagai isu yang terjadi di ruang publik seperti isu sosial, politik atau budaya menjadi menu utama Township Rebellion, seperti halnya RATM, band alternative rock asal Los Angeles panutan mereka.

“Itulah yang menjadi salah satu pondasi kami bermusik, yang juga berkeinginan untuk menyuarakan pandangan kami terhadap persoalan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dikemas dalam sebuah karya,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Proses kreatif saat merekam single “Suara Tuhan” sendiri dieksekusi di dua studio yang berbeda. Untuk pengisian rekaman vokal dan dram dilakukan di RJ Music Studio, yang berlokasi di bilangan Condet, Jakarta Timur. Lalu untuk gitar dan bass dilakukan di Stunjay Record, studio rekaman rumahan yang digagas oleh Irwan, gitaris Township Rebellion. Sementara untuk pemolesan mastering dipercayakan pada Indra Qadarsih (Bip/eks Slank).

“Proses rekaman sendiri bisa dibilang cukup cepat, hanya membutuhkan satu sesi di masing-masing studio. Pada awalnya, single ini lahir dari perpaduan antara lirik dan konsep musik yang masih mentah, yang kemudian dalam proses kreatifnya setiap personel menciptakan part masing-masing, kemudian digabungkan menjadi kesatuan lagu yang utuh. Setiap personel bebas memberikan masukan dan ide-ide ke dalam lagu ini, kemudian bersama-sama melakukan review dan brainstorming.”

Dari segi musikal, Township Rebellion mendeskripsikan musik mereka di “Suara Tuhan” sebagai perpaduan riff gitar rock yang groovy serta kemarahan yang dimuntahkan dalam bentuk rap. Tapi di lagu ini para personel Township Rebellion tidak mau menyebut RATM sebagai satu-satunya role model dalam membuat lagu. Alasannya, karena dalam menjalani prosesnya, semua mengalir begitu saja dari ruang imajinasi.

“Menjalar melalui tangan, tertumpahkan di atas instrumen masing-masing, lalu dipadu dengan style dan influence dari setiap personel,” ulas pihak band mencoba menggambarkan.

Ya, selain RATM, memang ada beberapa pengaruh lain yang menjadi pegangan Sarom, Ricky, Sinyo dan Reza dalam bermusik, yang didominasi entakan rock, alternative dan nu metal era ’90 hingga ‘2000an seperti Slank, Edane, Korn, P.O.D., System Of A Down, Soundgarden dan Nirvana.

Usai melepas “Suara Tuhan”, saat ini Township Rebellion – band yang resmi terbentuk pada 22 Desember 2019 – juga telah mengantongi lima materi lagu yang rencananya bakal dikemas dalam kemasan album mini (EP). Dua lagu di antaranya telah melalui tahapan mastering, termasuk “Suara Tuhan”. Sisanya, menurut mereka, masih dalam tahap review agar tidak meleset jauh dari benang merah keseluruhan album nantinya.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kami pada musis-musisi senior yang telah berkontribusi besar bagi musik Indonesia, kami berharap karya-karya kami bisa menjadi lampu-lampu kecil yang sedikit menambah kemeriahan dalam ingar-bingar dan pesta pora di skena musik Indonesia, dan memenuhi hasrat para pecinta musik rock pada umumnya. Amin!”

Oh ya, dalam waktu dekat, “Suara Tuhan” juga bakal bisa didengarkan melalui media streaming seperti Spotify, iTunes dan layanan jasa dengar musik digital lainnya. (mdy/MK01)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY