Lewat “Vessel”, REDSIX Mendulang Pujian di Berbagai Negara

Media sosial tidak bisa dipungkiri kini semakin berperan dan telah menjadi kekuatan besar dalam menentukan kesuksesan sebuah produk. Termasuk dalam ranah musik. Redsix, adalah salah satunya yang akhirnya merasakan menfaat besar dari penggunaan media sosial. Terbukti, lewat single terbaru mereka yang bertajuk “Vessel”, kualitas musikalitas unit rock asal Jakarta Selatan ini langsung membahana menerobos batas geografi Indonesia, mendapat pengakuan dan pujian di berbagai negara.

“Media sosial merupakan salah satu sarana terkuat pada saat ini dalam membangun sebuah relasi dan mempromosikan sebuah karya, dan Twitter merupakan salah satu sarana media sosial yang sangat berpengaruh sekali  hingga akhirnya musik kami mendapatkan perhatian dari media-media di luar negeri. Bahkan, lagu-lagu kami pun sudah diputar di stasiun-stasiun radio beberapa negara di Eropa seperti Inggris, Jerman, Perancis, Swedia dan juga di Afrika Selatan, New Mexico, Venezuela, Kanada, Amerika Serikat dan Australia,” beber Redsix kepada MUSIKERAS, bangga.

Bagi Redsix yang diperkuat formasi Hardendias Wisesa Nugroho (vokal), Kevin Jansen (gitar), Wicaksono Partosewojo (gitar), Kharisma Riyahasa Nanda Putra (dram) dan Aria Rangga Permana (bass), konsistensi dan aktif dalam berinteraksi dengan media-media di luar negeri melalui jalur media sosial – terutama Twitter – memang sangat diperlukan. Namun selain itu, tentu saja kualitas dari karya musik itu sendiri juga sangat menentukan. “Itu yang menjadi kunci utamanya,” cetus mereka lagi.

“Vessel” sendiri merupakan single ketiga dari empat lagu yang disiapkan Redsix untuk diterbitkan segera dalam kemasan album mini (EP). Sebelumnya, mereka juga telah melepas single “Endeavor” pada Juni 2019 lalu, dan “Break In” empat bulan setelahnya. 

Oh ya, sebenarnya ketiga lagu yang disebutkan tadi bisa dibilang bukan karya baru Redsix. “Endeavor” dan “Break In” sudah lahir sejak 2016 silam, sementara “Vessel” bahkan telah mereka buat sekitar enam tahun lalu. Khusus “Vessel”, bahkan sempat mereka aransemen ulang sebanyak kurang lebih lima kali hingga pada akhirnya mencapai format yang diinginkan dan dirilis resmi pada 14 Februari 2020 lalu.

Proses rekaman untuk “Endeavor”, “Break In” dan “Vessel” sendiri dieksekusi Redsix di studio milik mereka sendiri, yang berlokasi di Cipete, Jakarta Selatan. Termasuk untuk pemolesan mixing dan mastering. Lalu bulan ini, Redsix telah mencanangkan bakal masuk studio lagi untuk menggarap aransemen single keempat atau penutup EP yang rencananya dilepas menjelang akhir tahun.

Dari sisi konsep musik, Redsix menyebut tiga single yang telah mereka rilis – termasuk single keempat yang akan menyusul – merupakan penyaluran eksplorasi mereka sebagai musisi yang tanpa batas. Band yang terbentuk pada awal 2017 ini mengungkapkan bahwa kali ini benar-benar tak ingin terbatasi ruang kreativitasnya. Tidak mau terpatok pada satu genre saja.

“Kami mencoba menggabungkan serta mengeksplorasi semua unsur musik dari beberapa referensi seperti Toto, Hall & Oates, Blink 182 hingga Fall Out Boy dalam proses pembuatan lagu-lagu kami kali ini, demi menghasilkan karya musik yang unik dan berbeda. Proses ini sangat menyenangkan karena kami menjadi lebih bebas menuangkan kreativitas dalam hal bermain musik dan menciptakan lagu.”

Sejak 5 Maret 2020 lalu, “Vessel” sudah bisa didengarkan di berbagai penyedia jasa dengar musik digital (streaming) seperti Spotify, Apple Music, Joox, Deezer dan Pandora. Pada 2018 lalu, Redsix merilis album debut berjudul “Uproar”. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *