Dengan konsep musik yang agresif, brutal, padat, cepat dan singkat, dalam balutan topik isu sosial yang terjadi di negeri ini, unit grindcore asal Bandung ini menghantam keras lewat sebuah album mini (EP) terbaru bertajuk “Panorama Tanah Api”. Karya rekaman ini diedarkan via label independen asal Malang, Tarung Records.

‘Tindak kekerasan’ yang dilakukan Crackdown di EP tersebut banyak menyerap esensi dari para pejuang grindcore dan hardcore punk dunia seperti Phobia, Magrudergrind, Napalm Death, Sayyadina, Afgrund, Nails hingga The Arson Project, dimana mereka mengaplikasikan ketukan bernuansa noise, distorsi gitar yang ‘kotor’ nan tegas serta pekikan vokal yang menghunjam.

“Kalau dari segi musikal, kami lebih jujur tanpa banyak tambahan dan polesan, mulai dari segi proses rekaman hingga mixing. EP yang menurut kami lebih menantang mulai dari proses pembuatan lagu sampai lirik yang penuh perdebatan…,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, sambil tertawa.

Bisa dibilang lumayan lama waktu yang dibutuhkan Panji Agung Saputra a.k.a. Dado (dram), Decky Darmawan (vokal), Dicka Gunawan (bass) dan Bayu Mahardika (gitar) untuk merampungkan “Panorama Tanah Api”. Karena menurut pengakuan mereka, selain harus mengumpulkan materi baru, mereka juga butuh waktu untuk saling beradaptasi di formasi yang melibatkan personel baru. Proses rekaman sendiri mulai dieksekusi pada awal Januari di studio Funhouse, sementara untuk mixing dilakukan di Pandora Labs.

“Pada saat proses mixing, kami ingin sound yang jujur tanpa banyak tambahan dan polesan, dan hasil akhirnya cukup memuaskan bagi kami,” cetus Crackdwon lagi menegaskan.

Ada tujuh trek yang termuat di ”Panorama Tanah Api” yang digarap dengan berbagai macam tantangannya masing-masing. Terutama di lagu yang dijadikan judul album, Crackdown lumayan banyak melakukan revisi di beberapa bagian lagu serta di liriknya secara bersamaan saat mendekati proses rekaman.

“Karena beberapa materi sudah jadi jauh-jauh hari sebelum kami berpikir untuk membuat EP. Bukannya yang lainnya juga tidak banyak revisi ya, tapi yang ini lebih rumit sebenarnya!”

Crackdwon terbentuk di Bandung pada pertengahan 2012 dan beberapa kali mengalami proses perombakan formasi. Sebelum “Panorama Tanah Api” yang antara lain menghasilkan single “Decay” dan “Civil Conflict”, band ini juga sudah pernah merilis sebuah EP split, berbagi lahan dengan band Inhumane. EP tersebut berjudul “Grind the World”, yang dirilis oleh label Hell is Other Records pada 2014 silam. (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY