Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memang banyak menghambat aktivitas para musisi. Tapi di sisi lain, juga malah membukakan waktu yang sangat luang untuk membereskan berbagai proyek atau rencana-rencana yang terbengkalai atau tertunda karena berbagai kesibukan. Gitaris Megadeth, Kiko Loureiro contohnya. Di tengah proses penggarapan album terbaru Megadeth, Kiko akhirnya juga mendapatkan kesempatan merampungkan album solo terbarunya, “Open Source” yang bakal dirilis resmi pada 10 Juli 2020 mendatang.

Sebagai nomor pemanasan, Kiko telah meluncurkan sebuah single instrumental pembuka, “EDM (e-Dependent Mind)” yang telah tayangkan di kanal YouTube sejak 17 Juni 2020 lalu. Kiko sendiri baru merilis album solo lagi sejak “Sounds Of Innocence” yang dirilis pada Juni 2012 silam.

Tapi ada yang unik di konsep album “Open Source” tersebut. Sesuai makna judulnya, Kiko memperlakukan albumnya itu sebagai sebuah sumber yang bisa diakses oleh pendengarnya. Jadi, Kiko bakal menyediakan versi yang bisa diunduh sebagai bahan bagi siapa pun untuk merakit ulang komposisi-komposisi yang dibuat Kiko di album tersebut. 

“Komposisi dan rekaman saya bukanlah tujuan akhir dari album (ini), tetapi lebih sebagai permulaan. Saya ingin Anda memiliki akses ke cara saya membuat konsep album, ke lagu-lagu dan bagaimana saya memainkannya. Jadi Anda dapat menyampur sendiri, membuat ulang dan membuat versi baru darinya. Dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang bisa kalian kreasikan dari (album) itu. Saya mengharapkan berbagai pendekatan dan versi yang lebih baik dibanding milik saya,” urai Kiko lewat siaran pers resminya.

Kiko memulai penggarapan “Open Source” sejak tahun lalu, termasuk proses rekaman yang antara lain dilakukan di Northwood Sound Studios, Minnesota AS, tepatnya dimulai pada September 2019. Saat mengeksekusi musiknya, Kiko dibantu oleh bassis Felipe Andreoli serta dramer Bruno Valverde. Sementara untuk pengolahan mixing dan mastering, masing-masing dipercayakan kepada Adam ‘Nolly’ Getgood dan Ermin Hamidovic.

Sebelum bergabung di Megadeth pada April 2015, Kiko yang berdarah Brazil lebih dulu dikenal luas sebagai gitaris Angra, unit power metal legendaris asal Brazil. Di luar itu, gitaris yang mengaku mengagumi permainan gitar Eddie Van Halen, Jimmy Page, Jimi Hendrix dan Randy Rhoads ini juga tercatat telah melahirkan beberapa album solo, yakni “No Gravity” (2005), “Universo Inverso” (2006), “Fullblast” (2009) dan “Sounds of Innocence” (2012). Sementara bersama Megadeth, Kiko telah dilibatkan di proses rekaman album “Dystopia” (2016) yang berhasil meraih penghargaan “Best Metal Performance” versi ajang Grammy Awards ke-59 yang diselenggarakan pada 12 Februari 2017. (MK03)

Kredit foto: Azhan Miraza

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY