Hampir dua tahun sejak merilis album mini (EP) “Eclectic”, akhirnya unit rock/post-hardcore asal Kota Depok ini bersuara lagi. Sebuah single terbaru bertajuk “Take It All” ini mereka rilis sejak 20 Juni 2020 lalu, yang bisa dibilang lahir dari pemanfaatan masa pandemi.

Tapi menurut pihak band, “Take It All” sebenarnya sudah selesai proses rekaman sejak tahun lalu, namun butuh penyempurnaan aransemen dan lirik sebelum vokalis datang mengeksekusi rekaman vokal di studio. Selain itu, dua personel Breaking Ice In Britain, yakni gitaris Ardiansyah Taher dan Haikal Ramani juga disibukkan di proyek band sampingannya.

“Kebetulan gitaris kami, Haikal dan Ardhie juga tergabung dalam sebuah project black metal duo bernama Tombstone yang sudah eksis sejak 2005. Mereka disibukkan juga dengan penggarapan dan proses rekaman album baru yang rencana akan rilis bulan depan. Hal inilah yang membuat rilisan terbaru Breaking Ice In Britain sedikit terhambat. Sejauh ini, konsep akustik juga terpikirkan oleh kami sehingga rilislah lagu ‘Holding On To Memories’ versi unplugged berbarengan dengan rilisnya single baru kami di YouTube,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Jika dari sudut pandang musikal membandingkan materi lagu yang disuguhkan oleh Breaking Ice In Britain di “Eclectic” dengan “Take It All”, mereka menegaskan bisa dibilang tak ada perbedaan yang signifikan. Kecuali dari segi konsep lirik.

“Sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan dari segi musik dan sound-nya. Namun dari segi lirik bisa dibilang lebih ‘dark’ dan emosional dalam penyampaian pesan dalam lagunya.” 

Setelah “Take It All”, band bentukan 2011 yang juga dihuni personel Rahmi ‘Amy’ Budiyanti (vokal), Agus Mardianto (bass) dan Aldira Bayu (dram) bertekad bakal terus berusaha berkarya, melakukan penggarapan-penggarapan ide dan konsep serta kemungkinan berkolaborasi dengan musisi lain.

“Breaking Ice In Britain tentu terus mencoba berkarya dengan pengaruh dari musik-musik rock dan juga genre lainnya dari dalam dan luar negeri sebagai referensi tambahan. Konsep lirik lagu seperti ‘Lathi’ (lagu milik Weird Genius) yang sedang viral juga menjadi salah satu ide kami untuk membuat musik yang sejenis dengan gaya Breaking Ice in Britain sendiri,” tutur pihak band meyakinkan.

Nama Breaking Ice In Britain sendiri dicomot dari sebuah judul artikel dari buku pelajaran Bahasa Inggris kelas 1 SMA berjudul “Breaking Ice in Britain”, yang lantas dijadikan inspirasi sekaligus filosofi utama band ini. Artikel tersebut menceritakan bagaimana perjuangan orang tua berusia lanjut yang masih memiliki semangat untuk menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi di Inggris. Di tengah kesibukan dan usianya yang membatasi kemampuan fisiknya, ia tetap bersemangat menuntut ilmu. Kisah unik itulah yang menjadi pegangan semangat band ini, bahwa apapun halangan yang melanda akan dihadapi untuk tetap berkarya dan eksis di dunia musik nasional dan mungkin internasional.

EP “Eclectic” dirilis dalam format cakram padat (CD) serta berbagai platform digital. Selain itu, Breaking Ice In Britain juga telah merilis video klip dari single “Holding On To Memories” secara worldwide di YouTube Blank TV; sebuah kanal musik indie dari Amerika Serikat. (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY