Persiapan menuju perilisan album mini (EP) pertama Maio semakin dekat.  Karena kini, delapan lagu telah diselesaikan oleh unit hardcore/punk asal Bandung tersebut. Dan dua di antaranya bahkan telah dirilis sebagai single pemanasan. Yang pertama “The Justice Trap” sudah lebih dulu diluncurkan pada Maret lalu, serta yang terbaru, “Circle Jerks”.

Bila diterjemahkan, kalimat ‘Circle Jerks’ adalah kelompok orang yang suka merancap atau masturbasi. Namun menurut vokalis Aziz Rustanto sebagai penulis lirik, yang ingin disampaikan bukan itu. Dia hanya meminjam ‘terminologi’ itu kepada orang-orang yang seringkali menceritakan hal-hal tidak benar tentang seseorang kepada orang lain dan menyebarkannya.

Lebih jauh, pihak band menyebut ‘Circle Jerks’ sebagai sebuah pengalaman, yang kerap terjadi pada lingkaran komunitas atau pertemanan yang saling gosip atau bergunjing, yang berisi rumor kosong tentang kepribadian kita maupun orang lain. Mereka layaknya seseorang yang sudah matang dan memiliki keahlian sangat baik, kemudian merendahkan orang lain dengan cerita-cerita omong-kosong tersebut.

Proses kreatif menggarap “Circle Jerks” sendiri dijalani formasi Aziz, Martin Valard (gitar), Achmad ‘Kikim’ Nurhakim (bass), Diki ‘Abuy’ Rohman (gitar) dan Aldi ‘Wisong’ Wali (dram) dengan cara yang sarat trial and error. Mereka memulainya dengan menyusun riff gitar sampai membentuk satu kesatuan musik, kemudian menulis lirik lagunya. Setelah itu, barulah dibawa ke studio musik untuk diasah dan dilatihan. “Circle Jerks” direkam bersamaan dengan lagu-lagu lainnya yang bakal menghuni EP debut Maio, dieksekusi di FunHouse Studio yang berlokasi di Bandung, dan dibantu oleh Edz untuk urusan teknis rekamannya. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipatenkan oleh Alikbal Rustyad (The Pandora Labs).

“Beberapa kali kami mengalami proses trial and error, jadi ada riff gitar, part dram dan vokal yang dibuang dan ada yang ditambah. Kemungkinan kalau dihitung-hitung, sekitar dua mingguan untuk diputuskan kalau ‘Circle Jerks’ sudah pakem dan semua personel sudah merasa cocok,” tutur Maio kepada MUSIKERAS, memperjelas.

Dari segi konsep musik, sebenarnya tidak ada perbedaan jika dibandingkan dengan single sebelumnya, “The Justice Trap”. Band yang terbentuk pada pertengahan 2019 ini tetap memadukan riff-riff gitar ala punk ‘80an yang disambut dengan isian fuzz pada melodi gitarnya, plus gebukan dram yang tanpa basa-basi, olah suara bass berkarakter overdrive serta sentuhan echo pada vokalnya. Namun pada bagian intro, Wisong terinspirasi oleh entakan beat yang berulang, yang diramu oleh Phil ‘Philthy Animal’ Taylor (Motorhead) di lagu “Overkill”.

“Kalau dari segi musikal, kami mendeskripsikannya sebagai perpaduan antara punk ‘80an dengan motorcharged. Karena mungkin antar personel memiliki referensi berbeda-beda, jadi dilebur untuk menemukan satu kecocokan. Referensi untuk musik ‘Circle Jerks’ tentu saja adalah Motorhead seperti yang bisa kita dengarkan di intro awal, kemudian dari band-band berdarah hardcore punk asal AS, Kanada dan Swedia seperti Inepsy, OFF!, M.D.C, Torso dan Disfear. Perbedaan signifikan (dibanding ‘The Justice Trap’) menurut kami adalah, pada ‘Circle Jerks’ ada bagian tempo yang pelan dan disambut dengan tempo yang d-beat. Sedangkan di single pertama, cukup dengan tempo yang straightforward dari awal sampai habis.”

Setelah perilisan “Circle Jerks”, rencana Maio berikutnya adalah menemukan pihak label rekaman yang mau merilis EP debut mereka, mengingat keterbatasan dana yang mereka miliki untuk mewujudkannya. Target lainnya, tentu saja, manggung! “Sudah empat bulan ini tidak pernah manggung dikarenakan pandemik juga!”

Sementara ini, “Circle Jerks” bisa dinikmati di salah satu platform digital, yaitu Bandcamp sejak 8 Juni 2020 lalu. (mdy/MK01)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY