Selama enam tahun unit hardcore asal Jakarta ini menghilang dari jangkauan radar. Namun kini, lewat single baru bertajuk “Mati” yang bakal diletupkan via berbagai platform digital pada 3 Juli 2020 mendatang, Enemy of Judas langsung menggeber dengan pintalan distorsi yang lebih agresif.

“Musik kami pada single ‘Mati’ ini lebih agresif dan variatif dibanding lagu-lagu kami sebelumnya. Banyak warna baru dari genre selain hardcore, yang kami implementasikan ke dalam single ini. Nuansa metal dan crossover ada di dalamnya. Ini mungkin akan membuat orang-orang yang sudah tahu tipikal musik kami sejak awal menjadi terheran-heran,” umbar pihak band kepada MUSIKERAS.

Proses kreatif saat penggarapan “Mati” sendiri juga berlangsung cukup lama, karena lagu tersebut merupakan salah satu materi terdahulu mereka yang belum sempat direkam atau dipublikasikan. Karena adanya keinginan untuk mengedepankan tema yang kuat baik dari segi musik, lirik serta branding pada lagu tersebut sehingga memperpanjang waktu proses kreatifnya. Mereka – yakni Angga Andya Kusumah (vokal), Afrizal ‘Ijal’ Fitrah (bass), Oki ‘Coki’ Febrianto (dram) dan Hari ‘Aji’ Budiarto (gitar) – membuthkan waktu hampir dua bulan dalam pengolahannya. Eksekusi rekamannya sendiri dilakukan di studio rumahan milik Hari Budiarto dalam jangka waktu kurang dari dua minggu, termasuk durasi pemolesan di tahap mixing dan mastering.

Lantas apa yang membuat Enemy of Judas menghilang cukup lama dari peredaran skena hardcore Tanah Air?

“Faktor dalam karir masing-masing personel di dunia pekerjaan, dan fokus hidup berkeluarga adalah hal utama yang membuat kami vakum cukup lama. Lantas mengapa memutuskan untuk bangkit kembali, karena di sela-sela kesibukan kami, kami juga ingin menyalurkan passion kami di dalam bermusik, sehingga tidak ada salahnya untuk terjun kembali ke dunia musik, khususnya dunia musik underground Indonesia,” urai pihak band lagi beralasan.

Usai perilisan “Mati” nanti, Enemy of Judas ingin segera mewujudkan pembuatan album mini (EP). Saat ini, mereka sudah mencoba mengumpulkan materi-materi musiknya, yang diselaraskan dengan single “Mati”.

“(Ini) Tantangan juga buat kami, karena kami akan membuat nuansa musik yang benar-benar baru, berbeda dengan lagu-lagu kami sebelumnya yang kental akan nu-skool hardcore.”

Enemy of Judas terbentuk pada 2007 silam, dengan gebrakan awal mengibarkan paham hardcore ala Madball, Terror, Hatebreed dan First Blood. Sebelum “Mati”, mereka antara lain telah melahirkan EP “Batas Waktu” (2010) dan “Split Album” (2014) dimana Enemy of Judas berkolaborasi dengan unit hardcore asal Bekasi, Grilled. Dari karya rekaman tersebut, antara lain menelurkan single “Hardlife”, “We Are Enemy”, “Popularitas Kelewat Batas” dan “Timur Jakarta”. 

Enemy of Judas berharap, dengan kehadiran mereka kembali bisa menjadi variasi baru untuk skena musik hardcore di Indonesia saat ini. (aug/MK02)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY