Unit metalcore dari Tanah Rencong, Aceh ini kembali memanaskan mesinnya. Membidik perilisan album terbaru pada 2021 mendatang, mereka kembali merilis karya rekaman baru sebagai ujung tombak. Sebuah single cadas bertajuk “The Last Apparel” telah diluncurkan, sekaligus dengan video klipnya.

Di single tersebut, Killa The Phia meneriakkan barisan lirik tentang pengorbanan seseorang yang rela meninggalkan keluarganya, rela meninggalkan sahabat-sahabatnya, bahkan rela mati untuk langkah yang hendak dia ambil demi menegakkan keadilan yang menurutnya bisa membawa dia ke surga.

Sebenarnya, “The Last Apparel” bukan karya Killa The Phia yang benar-benar baru. Menurut Rizki “Madon” Rahmadhani (vokal), Dian Pratama Putra (dram), Reza Arismunandar (gitar), Farhan Anwar Fuadi (gitar) dan Khairun “Sinjo” Nidhlaill Wathany (bass), single tersebut telah mereka buat sejak awal 2017 lalu.

“Namun ada sedikit kendala dalam proses rekaman dan ada beberapa kendala lainnya juga, dan sekarang kami rasa inilah waktu yang tepat buat kami keluarkan single ini berbarengan dengan video klipnya,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS.

Dari sisi pengolahan konsep musiknya, Killa The Phia menegaskan tidak ada perubahan besar yang mereka terapkan, jika dibandingkan karya-karya rekaman mereka sebelumnya. “Hanya pembaharuan nada dasar. Di album pertama kami buat dari (yang) nada lebih high, untuk sekarang kami lebih ke low sound dan lebih heavy. Kemudian penambahan layer-layer yang lebih mengikuti zaman. Dan untuk vokal kami upayakan juga lebih berwarna untuk seluruh lagu di album kedua ini sehingga akan banyak sing a long.”

Sambil melakukan promosi single baru, secara paralel, band yang terbentuk sejak 8 Agustus 2008 silam ini juga mulai mengarahkan konsentrasinya ke perampungan album kedua. Saat ini koleksi materi lagu mereka tengah dalam proses finishing untuk menuju dapur rekaman.

“Untuk label, kami belum bisa konfirmasi secara terbuka, mengingat masih ada dua kemungkinan, antara label secara mandiri atau bakalan (bekerja sama) dengan label lain.”

Sejak resmi terbentuk, Killa The Phia tercatat telah menjuarai berbagai ajang kompetisi dan juga berhasil melahirkan karya rekaman, yakni single “Life For Nothing”, “The Death of Messiah”, “Hitam” serta album “Now the Time” (2015). Dari segi musikal, sedikit banyak mereka terpengaruh band-band dunia seperti Lamb Of God,  Chimaira, As I Lay Dying, Pantera hingga andalan lokal, Burgerkill. Selain menorehkan prestasi di ajang “Rockin’ Battle”, Killa The Phia juga telah tampil di beberapa panggung cadas bergengsi seperti “Sonic Fair 2015” di Medan, “Hellprint United Day V 2017” di Bandung serta “Medan Northblast 2017” di Medan. (mdy/MK01)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY