Jecovox yang dimotori oleh Roy Jeconiah, mantan vokalis band rock Boomerang, akhirnya kembali melanjutkan proyek album tetralogy “The Moon”, “The Sun”, “The Dreams” dan “The Believes”. Cukup lama jedanya karena “The Moon” sendiri sudah dilepas sejak 2013 silam.

Sebagai pemanasan, Roy dan personel Jecovox lainnya, yakni Ary Argon (bass), Adi Rakasiwi (dram), Iqbal (gitar), Aditya (gitar) dan Leon Atsuga (gitar) meluncurkan single panas bertajuk “Anarkis yang Kronis”. Karya rekaman terbaru ini digarap Jecovox untuk kebutuhan album “The Sun” bersama Birulangit Production sebagai produser eksekutif, bekerja sama dengan JVox Record dan Roy sebagai produser.

Menurut Roy, proses rekaman “Anarkis yang Kronis” digarap selama kurang lebih dua minggu di studio di rumahnya sendiri, yakni JVox Studio, bersama para personel Jecovox. Dan Roy menjamin, saat berkumpul untuk penggarapan “Anarkis yang Kronis” serta lagu-lagu lainnya yang dicanangkan untuk memenuhi album “The Sun”, ia menerapkan prosedur pencegahan covid-19 sebelum memasuki rumahnya. Setelah rampung, pengolahan mixing dan mastering pun dipercayakan pada Bayu Randu di Music Blast Studio.

“Anarkis yang Kronis” sendiri sebenarnya bukan lagu baru. Menurut Roy, data lagu tersebut sudah ada sejak lama. “Sekitar hampir dua mingguan data dibuka lagi, (lalu) direkam ulang lagi,” ungkapnya kepada MUSIKERAS.

Berbeda dibanding “The Moon” yang menyuguhkan konsep musik rock yang lebih variatif, kali ini Roy menegaskan bahwa “The Sun” – yang antara lain diwakili oleh “Anarkis yang Kronis” – bakal menumpahkan energi Roy di ranah rock yang lebih keras, dan bahkan cenderung mengarah ke metal.

“Dari segi musikal, tempo lebih cepat dengan beat yang lebih dinamis, dengan pola-pola permainan gitar yang lebih metal. Konsep ‘The Sun’ lebih metal karena saya juga sangat suka metal. Tapi di band yang lama, Boomerang, tidak bisa dikeluarkan semua,” seru Roy meyakinkan.

Setelah “Anarkis yang Kronis”, rencananya Jecovox bakal kembali merilis single baru, namun sampai saat ini masih belum menentukan lagu yang mana. Kemungkinan, ada dua single lagi yang bakal digaungkan sebelum merilis album “The Sun” paling lambat November 2020 mendatang. “Single-single yang dirilis semuanya bakal ada di ‘The Sun’.”

Oh ya, tentang proyek tetralogy sendiri, empat album yang dicanangkan Jecovox masing-masing menghadirkan konsep berbeda. Dua album berikutnya, yakni “The Dreams” dan “The Believes”, masing-masing akan diwarnai konsep akustik dan kolaborasi.

“Konsep ‘The Dreams’ jauh lebih akustik karena saya juga suka musik-musik seperti Bob Dylan, Johnny Cash, Gombloh dan Leo Kristy. Yang terakhir di ‘The Believes’ kami akan bekerja sama dengan band-band lain. Satu lagu dengan DJ, dan sembilan lagu lainnya kolaborasi, dikerjainnya bersama-sama. Jadi masing-masing ada kavlingnya.”

Sedikit menengok ke belakang, Roy mencatatkan namanya di kancah rock Indonesia sebagai salah satu vokalis rock yang disegani, terutama saat masih tergabung di Boomerang dalam periode 1991 hingga 2010. Pada 2012, Roy sempat membentuk duo RI1 bersama John Paul Ivan, mantan gitaris Boomerang. Lalu masih di tahun yang sama, Roy mendeklarasikan lahirnya bandnya sendiri, Jecovox. (mdy/MK01)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY