Usai puasa karya selama dua tahun, kini unit punk rock asal Kota Malang, Jawa Timur ini kembali bergolak, dengan merilis sebuah single berdistorsi tinggi bertajuk “Modern Age”. Single tersebut juga menandakan berlanjutnya proses pengerjaan album kedua mereka yang telah tertunda karena hengkangnya sang dramer.

Secara umum, “Modern Age” sekaligus bercerita tentang deklarasi Gagal Ginjal sebagai punk generasi baru. Para personelnya saat ini, yakni Dinata Lundy (vokal), Frendy J. Kusuma (gitar), M. Ibrahim (bass) dan Brama A. Surya (dram) masih menggeber punk rock beroktan tinggi ala The Exploited dan Antiphaty. Tetapi, karena masing-masing personel memiliki kecenderungan selera musik yang berbeda, mereka tak segan untuk bereksperimen tanpa memandang suatu batasan semu dari sebuah genre yang memberi sensasi berbeda di setiap karya mereka. Karena, bagi Gagal Ginjal, punk lebih merupakan sebuah ideologi daripada sekadar aliran musik.

“Secara umum, latar belakang personel kami memiliki kecenderungan musik yang berbeda, seperti punk rock, hardcore punk, crossover thrash dan thrash metal. Sedangkan band yang paling menginspirasi kami adalah The Exploited, Antiphaty, Disfear, hingga Megadeth,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, memperjelas.

“Modern Age” sendiri sebenarnya mulai dikerjakan setelah album pertama Gagal Ginjal, “Science Weapon” (2017) resmi dirilis. Atau bersamaan dengan single mereka yang telah dirilis sebelumnya, “Grow Up with The Punk” (2018). Namun, karena kesibukan beberapa personelnya, band yang telah menggeliat di skena sejak 2014 silam tersebut akhirnya memutuskan untuk mengganti posisi dramer pada Febuari 2020. Setelah itu, barulah proses pembuatan single “Modern Age” berlanjut hingga akhirnya direkam pada Juni 2020 di Virtuoso Music Studio, Malang.

Saat ini, setelah merilis dua single, ada tiga lagu lagi yang tersisa sebagai modal menuju perilisan album mini (EP). Gagal Ginjal telah bertekad untuk meneruskan dan menyelesaikannya. “(Saat ini) Kami menyisakan tiga lagu yang belum direkam. Materi-materi tersebut sudah matang dan rencananya akan direkam pada September. Untuk peluncuran album mini, kami berencana melakukannya pada akhir 2020.”

“Modern Age” saat ini sudah bisa dikonsumsi melalui berbagai platform musik digital seperti Spotify, iTunes serta dalam kemasan video lirik di YouTube. (mdy/MK01)

.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY