Proyek album kompilasi gitaris “Guitar Zone” kembali digulirkan oleh komunitas gitaris bernama sama yang berpusat di Surabaya. Sebelumnya, tepatnya pada April 2018 silam, komunitas ini telah merilis “Guitar Zone Part 1” yang antara lain menghadirkan gitaris rock nasional yang kebetulan juga berdarah Surabaya, yakni John Paul Ivan (eks. Boomerang) dan Lucky (eks Power Metal). Keduanya disandingkan dengan beberapa gitaris lokal seperti Ovan Lee, trio akustik Gandiwa serta pendiri sekaligus ketua komunitas Guitar Zone, Herman Bondi.

Kali ini, formula yang kurang lebih sama kembali diterapkan di album kompilasi “Guitar Zone Part 2”. Mereka menghadirkan kombinasi gitaris yang sudah dikenal di publik rock Tanah Air seperti Edi Kemput (Grassrock) dan DD Crow (Roxx), lalu nama-nama yang popular di kalangan komunitas gitaris di seluruh Indonesia seperti shredder Firman Al Hakim (Lampung) dan Gavin Iedema (Jakarta).

Gitaris lain yang turut menyumbangkan karya instrumental originalnya di “Guitar Zone Part 2” ini adalah Ilham, Akim, Eric Stravvy, Adi Mambo, AL Mas AL, Arthaz, Cheterine Key serta Herman Bondi dan Ovan Lee untuk kedua kalinya.

“Membuat sebuah karya, adalah cita-cita dari semua musisi, dan dari latar belakang itulah kami membuat album kompilasi ‘Guitar Zone Part II’. Di tengah pandemi Covid 19 tidak menyurutkan semangat teman-teman untuk tetap produktif menghasilkan sebuah karya. Dan Alhamdulillah, dalam wktu hampir enam bulan, kami berhasil merampungkan album ini,” tutur Herman Bondi kepada MUSIKERAS.

Dan sebagai pelengkap greget proyek ini, Edi Kemput, DD Crow, Firman dan Gavin berhasil digaet untuk berpartisipasi. “Kebetulan Mas Edi Kemput juga lagi garap album solo, salah satunya diikutkan di kompilasi ini. Mas DD juga ada stok lagu dan belum sempat dirilis. Jadi timing-nya pas. Alhamdulillah mereka bersedia ikutkan lagunya di kompilasi ini,” ulas Herman lagi mengungkapkan.

Komunitas Guitar Zone sendiri terbentuk sejak September 2016 dan merupakan wadah para gitaris di Surabaya dan sekitarnya, baik dari kubu gitar elektrik maupun akustik, dan juga mencakup berbagai genre seperti rock, metal, djent, fusion bahkan pop.

Sejauh ini, peredaran dan penjualan album “Guitar Zone Part 2” yang dirilis dalam kemasan fisik (CD) ini dilakukan secara gotong royong, dimana seluruh anggota yang berada di Surabaya maupun di luar berpartisipasi mempromosikannya, serta mengoptimalkan penggunaan promosi lewat media sosial. (mdy/MK01)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY