TREMOR Menolak Beku, Gaet Bongky Marcel

Judul di atas bukan hoaks. Untuk mengakali kebekuan kreativitas akibat deraan pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, Tremor pun menggelar sebuah penampilan istimewa sekaligus unik yang disiarkan secara langsung (live streaming) via media sosial seperti Facebook dan Instagram. Nah, di hajatan bertajuk “Rock In Thrash” yang berlangsung pada Minggu malam, 19 Juli 2020 itulah, unit thrash metal asal Jakarta ini mengajak Bongky Marcel untuk berkolaborasi.

Bongky tentunya bukan nama asing. Sosok musisi rock legendaris yang menancapkan nama dan talentanya saat tergabung di masa keemasan grup rock Slank pada era ‘90an, lalu mendirikan BIP bersama Pay Siburian dan Indra Q yang lantas berinkarnasi menjadi 31F.

Tremor dan Bongky malam itu memainkan dua lagu ciptaan Bongky semasa di Slank, yakni “Kampungan” serta “An….jing” yang telah dipermak menjadi komposisi thrash. “Dua lagu itu yang diijinkan oleh bang Bongky. Tapi keduanya sudah kami ubah total menjadi lagu ber-genre thrash metal, tapi masih asik untuk didengar,” ujar vokalis dan gitaris Tremor, Lilik ‘Iik’ Wardiandi kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Tentu saja, bisa berkolaborasi dengan Bongky, bagi Tremor, adalah sebuah anugerah. Proses latihan yang hanya berlangsung dua hari pun dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Iik, Rino (gitar) dan Fikal (dram) untuk menampilkan yang terbaik. Oh ya, di hajatan ini, bassis Dikdik tidak terlibat karena sedang berhalangan.

Lalu bagaimana latar belakang terjadinya kolaborasi Tremor dan Bongky tersebut?

Menurut penuturan Iik, semuanya berawal dari niat Tremor yang diajukan ke Bongky untuk menyanyikan salah satu lagu ciptaannya. Saat itu, mereka sama sekali tidak memilih judul mana pun dan membebaskan Bongky untuk menentukan sendiri. Namun di luar dugaan, Bongky malah menyerahkan dua lagu.

“Di luar dugaan, Bang Bongky (malah) kasih Tremor untuk memainkan dua lagu ciptaannya. Judul lagunya pun pilihan beliau. Yang lebih dahsyat lagi, ini tidak diduga sama sekali oleh Tremor, bang Bongky (juga) menawarkan diri untuk ikut bermain di dua lagu itu. Ini sih benar-benar blessing yang besar buat Tremor. Latihan sih super singkat, hanya dua hari. Benar-benar musisi andal,” seru Iik lagi, bersuka cita.

Yang menarik, seperti dikutip dari artikel yang termuat di Rakyat Merdeka News, Bongky mengaku, kolaborasinya dengan Tremor sebagai pengalaman baru yang seru. “Tangan gue sampe bengkak nih maen lagu thrash metal. Pengalaman pertama gue nih. Tapi asiiik ternyata gue bisa juga terima tantangan Tremor ini,” bebernya usai merampungkan sesi live streaming tersebut.

“Rock In Thrash” sendiri digelar Tremor didasari keinginan bermain musik yang sangat kuat dari semua personel band, karena sudah cukup lama mereka tidak melakukan kegiatan tur. Dan sayangnya, ketika jadwal tur sudah disusun, ternyata pandemi Covid-19 datang menghadang. Alhasil, seluruh rencana buyar.

“Nah, selama masa pandemi ini, masing-masing personel memberikan masukan agar melakukan sesuatu supaya para fans di Indonesia dan di negeri jiran Malaysia tidak ketinggalan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang telah, sedang dan akan dilakukan Tremor dalam masa pandemi. Baru pada 19 Juli 2020 itulah kami membuat satu acara yakni live streaming. (Acara ini) Hanya untuk pembuktian ke para penikmat musik metal dan fans Tremor di Indonesia dan Malaysia bahwa kami (masih) eksis dan tetap berkarya. Acara ini dilakukan secara gratis, tidak bawa sponsor dan kami juga tidak melakukan crowd funding.”

Tremor yang sebenarnya sudah menggeliat sejak pertengahan 2000an silam, sejauh ini telah merilis album mini (EP) “Awal Kebangkitan” (2016) serta album “Penguasa” (2018). Pada April 2018, salah satu lagu Tremor yang berjudul “Depresionisme” juga termuat di album kompilasi “Musikeras Cracked It!”, rilisan MUSIKERAS dan Demajors Records. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *