“Panjang umur perlawanan!”

Lewat single terbarunya, “Gutted”, unit progressive metalcore asal Banten ini menumpahkan keresahan sekaligus menyuarakan perlawanan terhadap penguasa atas kebijakan sistem yang menurut mereka sudah tidak masuk akal hingga tindakan brutal aparat terhadap masyarakat dan kawan-kawan mahasiswa yang menyuarakan kebenaran lewat gelaran aksi protes terhadap pemerintah.

“Gutted”, menurut Opportunist, adalah bentuk ekspresi mereka menyuarakan perlawanan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dibuat seenak jidat. Mereka juga menyoroti tindakan repfresif tidak manusiawi dari aparat terhadap masyarakat luas. Misalnya, kejadian dalam aksi nasional yang digelar oleh seluruh mahasiswa Indonesia di depan kantor DPR-RI pada Oktober 2019 lalu, dimana aparat memukul balik rekan-rekan mahasiswa dengan pentungan yang mencelakakan kawan mereka dari Universitas Al-Azhar dengan luka bagian kepala belakang yang membuatnya koma selama satu minggu, dan melepaskan peluru kepada masa aksi sampai menewaskan empat mahasiswa.

“Kejadian biadab yang tidak bisa kami terima dengan kata maaf. Bukan hanya itu saja. Kejanggalan lain seperti kebakaran hutan yang tidak menindaklanjuti oknum yang membuat terjadinya kebakaran hutan sampai puluhan hektar, yang membuat kerugian alam dan dampak buruk bagi masyarakat luas. Dan tindakan diskriminasi aparat sialan memerangi masyarakat adat Papua sehingga terjadinya pertumpahan darah, dan tragedi genosida telah berlangsung di Papua hingga saat ini. Ruang kebebasan sangat sempit sekali untuk masyarakat yang ingin bebas, akses internet mereka telah diblokir oleh pemerintah yang entah sampai kapan ini terjadi, membuat kami semakin resah melihat kejadian ini,” papar pihak band kepada MUSIKERAS, panjang lebar.

“Gutted” sendiri tercipta dari rahim Opportunist setelah hampir beberapa tahun tak merilis materi. Band bentukan awal 2016 yang kini dihuni formasi Ibnu SM (vokal), Rusmana (gitar), Abdi Mohamad Ridwan (bass) dan Aditya Pratama (dram) menyebut single tersebut sebagai karya rekaman yang cukup emosional dan paling personal dari yang pernah mereka tulis.

Penggarapan “Gutted” lumayan menghabiskan waktu cukup lama. Proses memasuki dapur rekaman berlangsung kurang lebih dua tahun terakhir, dan diwarnai dengan mundurnya dramer pertama mereka akibat kesibukan kegiatannya di luar band.

Progressive metalcore bisa dibilang menjadi warna baru bagi Opportunist. Di “Gutted”, formula itu diramu dengan pendekatan yang lebih dark dan trippy. Permainan gitar Djent yang padat dipadu dengan breakdown hardcore yang khas dan chorus yang emosional nan padat. Mereka menyebut referensi musiknya disari dari band-band dunia seperti Shorn In, Northlane, Emmure, Lotus Eater, Counterparts Loathe serta beberapa gabungan genre nu-metal, hiphop, punk yang ikut dikaitkan, hasil serapan dari band-band seperti Korn, The Exploited, Hed (pe) dan Homicide, Bandung.

“Hed (pe) dan Homicide dikenal sebagai band nu-metal dan hiphop yang sangat fenomenal, memiliki sisi sarkasme dalam lirik yang menyuarakan perlawanan terhadap penindasan yang kental dalam setiap bait dan musiknya. Sisi itu yang menurut kami paling berhubungan dengan Opportunist.”

“Gutted” saat ini bisa didengarkan via berbagai platform penyedia jasa dengar musik secara digital (streaming) seperti Spotify, Apple Music, Bandcamp serta di kanal YouTube. (aug/MK02)

.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY