Formasi Baru HELLWE Akali Pandemi dengan Konsep VMS

Sejak merilis single “Sancaka” tahun lalu, banyak hal yang terjadi di tubuh band rock asal Tangerang ini. Salah satunya adalah adanya pandemi Covid-19 yang membuat banyak aktifitas harus dilakukan dari rumah, dan membuat tidak produktifnya event. Dan yang paling fatal, Hellwe harus kehilangan vokalis dan beberapa kru.

Namun kini, dua personel yang tersisa, yakni Moch Dwi Ariadhy (bass) dan Tirta Ahlan (dram) akhirnya mendapatkan formasi ideal untuk melanjutkan karir bandnya. Dengan bergabungnya Devina Mentari (vokal), Intan Claranfio (sampler/synth), Bahtiar Rivai (gitar) dan Teguh Tama (gitar), Hellwe terus bergerak mengembangkan kreativitasnya.

Hasilnya, mereka dapat meneruskan penggarapan album keduanya, “Re-Vision#2” dan membuat video musik berkonsep film dengan cerita yang berkesinambungan, untuk mendukung rangkaian promosi menuju perilisan album. Hellwe menyebut konsep tersebut dengan istilah VMS (visual music story), dimana dalam lirik tiap lagu yang mereka suguhkan terdapat alur yang berkesinambungkan terhadap lagu selanjutnya. Sebagai pembuka, mereka telah meluncurkan single bertajuk “Stab Me Behind” yang menerapkan konsep VMS tadi.

“Kami sedang mencoba bersyukur atas rencana Tuhan. Ada hal positif yang muncul berbarengan dengan (kejadian-kejadian) itu. Sungguh membuat kami sadar band bukan sekadar panggung atau event pertunjukan. Kami adalah seniman yang menciptakan sebuah karya seni musik yang bisa dinikmati banyak orang dengan mendengar dan melihat. Hellwe adalah anggota keluarga yang kami pilih untuk bermusik, Namaste Music Indonesia telah menjadi rumah kami dalam berkarya digital. ‘Re-Vision#2’ sebuah karya audio visual yang akan kami tunjukkan lewat teknologi dan seni pertunjukan,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS.

Proses kreatif yang dijalani para personel Hellwe dalam penggarapan “Re-Vision#2” terbilang cukup cepat dibanding album sebelumnya. Mereka menghabiskan waktu lima bulan untuk menyelesaikan 10 lagu, dan mengeksekusi rekamannya di Namaste Music Indonesia. Rencananya, album tersebut bakal dilepas ke digital store pada 10 November mendatang, bertepatan dengan ulang tahun kedua Hellwe.

“Musik kami di album kedua jauh lebih bervariasi dan original, menggabungkan beberapa genre musik yang berasal dari musik alternative rock era ‘90an yang dikemas dengan beat yang lebih modern.”

Sedikit tambahan informasi, nama Hellwe merupakan singkatan dari Hello Weekend yang berarti sebuah kutipan semangat untuk menyambut akhir pekan. Hellwe terbentuk pada November 2018 dan menerapkan genre modern rock yang memadukan referensi dari band-band seperti Incubus, Smashing Pumpkins serta Japanese Rock model Hyde dan Asia Kung-fu Generation. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *