“Tentangnya”, Bentuk Ketidakpedulian BETTER THINK OF SOMETHINGS

Usai peluncuran album mini “Here We Go” dan berkolaborasi dengan Rushing To Goals lewat single “Ironi”, kini unit alternative pop punk asal Balikpapan ini memanfaatkan kekosongan selama pandemi untuk kembali berkarya. Sebuah single baru bertajuk “Tentangnya” telah mereka lepas, dengan muatan lirik yang berusaha menyenggol orang-orang yang selama ini menganggap cara bermusik mereka salah.

Better Think Of Somethings mengakui, mereka memang tak punya ekspetasi apa-apa selain menyalurkan kenekatan dan keberanian dalam bermusik. Mungkin jauh dari kata sempurna, namun mereka tak peduli.

“(Lagu ini) Bercerita tentang orang-orang di sekitar kami yang merasa paling tahu soal movement band lokal, dan menganggap kami kumpulan orang yang tidak tahu apa-apa. Bisa dibilang lagu ini adalah respon kami atas omong kosong tersebut, but we don’t give a f**k,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menandaskan.

Surya Adhim (vokal), Topan ‘Opan’ Rahmadhani (gitar/vokal), Wahyu ‘Cuta’ Rizky (bass/vokal), Anggi ‘Odang’ Nugroho (dram) dan Alvian (gitar) menggarap “Tentangnya” selama kurang lebih dua bulanan. Sementara untuk pengerjaan produksi dan distribusi dikerjakan Noise Room Records, sebuah indie label asal Balikpapan.

Merilis “Tentangnya”, tadinya tidak terpikirkan oleh Better Think Of Somethings. Karena belum lama ini, tepatnya pada Maret lalu mereka telah melepas EP “Here We Go” dan disusul single kolaborasi “Ironi” sebulan sesudahnya. Namun karena terjegal pandemi, sejumlah rencana pun buyar, termasuk niat untuk menjalani tur “Here We Go” ke beberapa kota di Kalimantan Timur. Mereka harus berdiam di rumah. “Karena kami tidak ingin berdiam saja tanpa aktifitas, jadinya kami memutuskan untuk merilis single baru.”

Walau disebut-sebut berada di wilayah alternative pop punk, tapi band yang baru terbentuk pada 4 November 2019 lalu tersebut berusaha untuk tidak terlalu pakem dalam merakit formula musiknya. Termasuk saat menggarap “Tentangnya”.

“Kalau ditanya referensi bermusiknya, kami bingung mau menjawab apa? Karena dalam proses kreatif sendiri, kami tidak pernah menentukan tema maupun musiknya harus seperti apa. Jadi proses kreatifnya mengalir saja. Apa yang ada dalam kepala kami saat itu, langsung kami tuangkan di lagu tersebut, mau itu lirik dan musiknya sendiri. Karena bagi kami, band ini adalah media kami untuk menuangkan kebahagiaan, keresahan, kesedihan, dan kemarahan, dalam bentuk karya lagu.”

“Tentangnya” kini bisa didengarkan di berbagai platform penyedia jasa denger musik secara digital (streaming) seperti Spotify atau Joox serta lewat kanal YouTube. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *