LARUNG Tiupkan Mantra Sihir di Debut “Calonarang”

Seperti tumbuhan yang menjalar liar tanpa pengasuh, band asal Tangerang ini pun kurang lebih demikian. Membiarkan imajinasi dan gagasan-gagasannya menjulur jauh menyeberang pagar. Tidak ada lagi genre spesifik yang dikiblatkan, selain menitikberatkan musiknya dalam satu remasan distorsi bising, gebukan dram yang agresif, serta ciri alunan vokal yang melodius. Seperti yang teramu di single debutnya yang bertajuk “Calonarang”.

Vokalis dan bassis Farie Judhistira Purwaganda a.k.a. Unay Okami yang menulis lirik “Calonarang” mengangkat sebuah kisah legenda seorang penyihir sakti dari tanah Kediri yang bernama Calon Arang, terinspirasi dari buku karya Pramoedya Ananta Toer berjudul sama. Saat itu ia menulisnya hanya dalam sehari.

Mungkin, umumnya orang lebih mengenal warisan Calon Arang, yaitu ilmu Leak yang sekarang menjadi kesenian tradisional di Bali. Tapi di lagu ini, Unay mengambil perspektif lain dalam cerita Calon Arang tersebut, dimana ia lebih menonjolkan sisi keibuan seorang Calon Arang yang sangat mengasihi Diah Ratna Manggali, putri tunggalnya yang cantik jelita. Tapi saat itu, anak kesayangannya tersebut ‘dinyinyiri’ warga yang menyebutnya bakal jadi perawan tua, karena tidak akan ada yang mau menikah dengan anak seorang penguasa ilmu hitam.

“Kenapa gue suka banget sama legenda Calon Arang si penyihir sakti asli Nusantara? Jawabannya sangat sederhana… karena gue bangga, ternyata Indonesia juga punya penyihir yang powerful, bahkan bisa jadi lebih sakti dari Gandalf atau pun Dumbledore,” celoteh Unay beralasan, membandingkannya dengan penyihir bule dari kisah fantasi epik “Lord of the Rings” dan “Harry Potter”.

Tema yang telah dibangun oleh Unay tersebut, lantas dibalut dengan dinamika musik yang pasang surut antara kasar, groovy dan lembut, serta sedikit sentuhan nuansa horor. “Iya, kami (memang) menyukai kegelapan sebesar kami menyukai terang,” tutur vokalis dan gitaris Joshua Jati Johan kepada MUSIKERAS, mempertegas tentang nuansa horor di lagunya.

Setelah empat tahun berjalan sebagai band studio, “Calonarang” inilah pembuktian keseriusan Larung dalam bermusik. Apalagi setelah personel ketiga, dramer Wahyu Insani Akbar bergabung mempersolid formasi. Nama Larung sendiri tercetus dari ide Joshua, terinspirasi dari judul novel karya Ayu Utami. Dan di luar dugaan, rupanya Larung juga kebetulan merupakan nama salah satu murid Calon Arang, Nyi Larung.

Selain dalam bentuk video lirik, lagu “Calonarang” juga dirilis dalam format audio di platform digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, Shazam, Deezer dan Tiktok. Rencananya, tahun ini juga, Larung bakal merilis album mini (EP) yang saat ini sudah terekam sebanyak empat lagu. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *