Bantingan SOUND OF THE BROKEN dari Segala Sisi

Kami dan produser kami mendeskripsikan ‘Perihal Bangsa’ sebagai track rock yang cukup keras dikarenakan gitar dan permainan dram yang membanting semangat secara mood.”

Pernyataan di atas dilontarkan Sound of the Broken, unit keras belia yang merambat dari kawasan Bintaro, Jakarta, tentang single “Perihal Bangsa” yang mereka rilis pada pertengahan Agustus 2020 lalu. 

Sisi keras band yang dihuni formasi Johanes ‘Joe’ Pramudio Ananto (vokal), Gung Bagus (gitar), Laura Angelica (bass) dan Oscar Tuhilatu (dram) ini datang dari berbagai pengaruh. Memadukan elemen hard rock era ‘90an,  modern rock serta alternative. Dan secara spesifik, sang vokalis yang juga merupakan penulis lagu utama menyukai tipe musik geberan band-band dunia seperti While She Sleeps, Linkin Park, Rage Against The Machine hingga Bring Me The Horizon.

“Perihal Bangsa” awalnya ditulis dan direkam dalam format demo di studio rumahan milik Joe, lalu dilanjutkan ke proses rekaman sesungguhnya di Highground Studios, dengan arahan dari produser Casey Leiwakabessy. Keseluruhan proses terbilang singkat karena materi lagunya sudah dimatangkan berminggu-minggu sebelumnya. 

“Saat rekaman hanya memakan waktu enam jam untuk merekam vokal, gitar, bass dan dram. Banyak isian, voice over dan track layering yang dimasukkan dari hasil rekaman demo di home studio Joe,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS.

Lirik “Perihal Bangsa” ditulis oleh Joe dengan pendekatan netral, yang merupakan sebuah ungkapan interpretasi satir mengenai situasi tak menentu yang sedang dialami di Indonesia. Pandemi telah menyebabkan banyak pertentangan opini serta kepercayaan yang mengakibatkan ketidakberhasilan Indonesia dalam mengatasi virus Covid-19. “Perihal Bangsa” mengumpulkan opini dan pandangan dari berbagai sudut pandang, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah.

Sejauh ini, tidak ada rencana dari Sound of the Broken untuk merilis album mini (EP) maupun album, setelah perilisan “Perihal Bangsa”. Rencananya, mereka hanya akan merilis single demi single secara independen, yang pada akhirnya dibuatkan kompilasi di media streaming sebagai batch atau kumpulan musik Sound of the Broken gelombang pertama.

“Sebagai bocoran, untuk lagu kedua setelah ‘Perihal Bangsa’, kami akan merilis lagu kami yang berjudul ‘Hell Is Down The Street’, dimana lagu kedua ini akan dinyanyikan dalam Bahasa Inggris, berbeda dibanding ‘Perihal Bangsa’ yang menggunakan Bahasa Indonesia,” beber Sound of the Broken mengungkapkan.

Selain dalam kemasan video klip di kanal YouTube, “Perihal Bangsa” juga bisa didengarkan di berbagai platform penyedia jasa dengar musik secara digital (streaming) seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Deezer dan lainnya. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *