Tumpahan “Ego” ALECTRONA dalam Balutan Electro-Rock

“Ego” adalah sindiran tajam untuk keegoisan ‘penguasa’ yang tega mengorbankan rakyat untuk kepentingan golongan mereka sendiri. Sebuah single terbaru dari unit electro-rock asal Yogyakarta ini, yang menyoroti banyaknya ketimpangan sosial yang terjadi di Tanah Air. Di sini, Alectrona yang diperkuat formasi Diajeng Budi (vokal/gitar), Ian Anantha (kibord) dan Winaldy Senna (dram) ini berusaha menyampaikan suara-suara rakyat yang menjadi korban atas ketidakadilan tersebut. 

“Ego” dirilis pada 19 Agustus 2020, bertepatan dengan peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia. Untuk mempromosikannya, sebuah video musik telah ditayangkan, dimana penggarapannya merupakan hasil kolaborasi Alectrona dengan salah satu pembuat film dokumenter yang paling sering menyuarakan kritikan pedas untuk penguasa dan pemerintah, yaitu WATCHDOC. Beberapa footage video dari WATCHDOC menambah penguatan secara visual di video klip “Ego” agar pesan atau rasa yang mereka maksudkan bisa lebih tersampaikan. 

Dalam pembuatan video tersebut, Alectrona juga merangkul Yudha Wibisono sebagai sutradara serta Slinky Bones yang mengemban tugas perekaman gambar. Sementara untuk proses penyuntingannya (editing) ditangani langsung oleh Ian Anatha. Video klip Alectrona ini sudah bisa disaksikan di Youtube dan lagunya akan ada di digital store dalam waktu dekat. 

Sebelum “Ego”, dua single pendahulu bertajuk “Buang Waktu” dan “Venit Ad Lucem” telah menancapkan kehadiran band bentukan 25 Oktober 2019 ini di skena rock independen.

Lagu “Ego” sendiri ditulis oleh Diajeng Budi, lalu dieksekusi oleh Ian Anatha dan Winaldy Senna menjadi lagu yang membentuk karakter Alectrona. Secara keseluruhan, konsep musikal yang mereka terapkan digetarkan lewat suara gitar berkadar gain tinggi untuk menegaskan ritme, lalu ada synthesizer sebagai Pad serta permainan dram yang agresif sebagai pondasi.

“Untuk desain sound dalam produksi kami mengarah ke modern rock, EDM hingga metal. Soal referensi musik, kami bertiga bisa dibilang memiliki referensi yang berbeda-beda, (baik) dari genre maupun musik favorit masing-masing. Namun justru itu yang memberikan keunikan dalam produk yang Alectrona ciptakan,” tutur pihak Alectrona kepada MUSIKERAS.

Walau keseluruhan perancangan sound digarap bersama, namun khusus bagi Diajeng Budi, menjadi satu-satunya pengeksekusi lini gitar di Alectrona cukup menantang baginya. “Semua sound design dan gitar tanpa terkecuali  kami tentuin bareng-bareng di Alectrona. Kalau untuk memainkannya sih memang hal yang baru buat saya pribadi, karena baru pertama kali memainkan teknik ‘djent’ yang belum pernah saya mainkan sebelumnya, cetus Diajeng terus-terang.

“Buang Waktu”, “Venit Ad Lucem” serta “Ego” merupakan tiga dari 10 lagu yang rencananya turut menyesaki materi album debut Alectrona. Saat ini mereka tengah berkutat merampungkannya dan berharap bisa merilisnya pada akhir tahun atau awal tahun depan. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *