VICTIM OF GREED Bangkit dari Kubur Lalu Pertanyakan “Siapa Aku”

Unit hardcore asal Jakarta ini sebenarnya telah memanaskan skena sejak awal 2000 silam. Tapi sayang, api tersebut sempat padam akibat kesibukan yang berlarut-larut dari para personelnya. Untungnya, pertengahan tahun lalu, semangat untuk kembali berkarya berkobar lagi. Karya demo bertajuk “Siapa Aku” langsung digodok dan berhasil dirilis sebagai single debut pada awal Juli 2020 lalu melalui berbagai platform musik digital seperti Spotify dan Apple Music.

Proses kreatif melahirkan “Siapa Aku” terhitung sangat panjang dan lama. Karena sebelumnya, Victim of Breed yang kini diperkuat formasi Irwan Setiawan (vokal), Alexander Stevan Andries (gitar), Ricardo Alexander Sahertian a.k.a. Ricko (gitar), Ardy Ferdian Noor (bass) dan Doni Harja Suriapraja (dram) sudah pernah merekamnya dalam bentuk demo pada awal terbentuk dan baru dilanjutkan kembali pada pertengahan 2019.

“Reka ulang, penambahan unsur baru, mulai dari perubahan konsep musik serta penambahan lirik di hampir semua bagian lagu. Setelah hampir satu tahun, akhirnya kami putuskan bahwa lagu ini sudah layak diperdengarkan,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, terus-terang.

Adalah vokalis Irwan yang berinisiatif membangkitkan Victim of Greed lagi. Dengan semangat ‘do it yourself’ (DIY), ia pun mengajak beberapa personel awal, yakni Doni dan Alex, lalu menggandeng Ricko dan Ardy sebagai pelengkap formasi. Formasi inilah yang lantas mengeksekusi rekaman “Siapa Aku” di Plug Home Studio, Jakarta. Di studio ini pula Victim of Greed memoles mixing dan mastering “Siapa Aku”.

“Lagu ini terinspirasi dari percakapan gue sama diri sendiri di depan kaca,” tutur Irwan mengenai tema liriknya. “Pada masa sulit dan terpuruk secara emosional, manusia akan mencapai titik di mana beribu pertanyaan dan keraguan tentang diri sendiri muncul. Saat dimana merasa tidak ada lagi jalan keluar, alih alih berfikir untuk berbuat hal hal yang negatif atau bahkan terpikir untuk bunuh diri. Fenomena ini harus dipecahkan dengan terus berfikir positif dan jangan pernah berhenti untuk terus mencoba.”

Durasi vakum yang sangat lama juga berdampak pada konsep musikalitas yang diterapkan di “Siapa Aku” versi baru. Tadinya, Victim of Greed sangat terinspirasi dari band band hardcore gaya lama macam Downset, Agnostic Front hingga Brightside. Namun kini, ada juga pengaruh dari band-band seperti Hatebreed, Terror dan Strife.

“(Penerapan) Sound heavy, low tuning menandakan era baru, mengingat pada awalnya lagu ini dibuat pada masa akhir ‘90an.”

Setelah “Siapa Aku”, Victim of Greed sudah bersiap lagi meletupkan single kedua yang berlirik Bahasa Inggris berjudul “No Fear”.  Kira-kira bakal dirilis paling lambat awal Oktober 2020. Sementara untuk album mini (EP), pihak band menargetkan bisa dirilis pada pertengahan tahun depan. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *