Telah Rilis Bantingan ‘Kirut-kirut’ CONJURING

Dengan niat ingin membangkitkan kembali genre death metal yang mulai meredup di kota Balikpapan, lahirlah Conjuring. Tak ada filosofi khusus di balik pemilihan namanya, selain diambil dari judul film horor favorit sang vokalis Jalio Miclando Aruben, yang juga penggagas lahirnya band ini.

Sebagai perkenalan, Conjuring yang juga diperkuat gitaris Dinto Handar serta dramer Dwi Wahyu Susilo telah melepas karya rekaman demo bertajuk “Promo 2020” via label independen asal Garut, Sadistic Production pada 21 Agustus lalu.

Dalam promo tersebut, band bentukan pertengahan 2019 ini meracik geberan slamming death metal yang berbicara tentang kematian dan kelainan seksual, dimana dari sisi musikal banyak menyerap pengaruh dari band-band mancanegara macam Vulvectomy, Amazing Grave, Fuck Your Depression, Waking The Cadaver hingga Acranius. Conjuring menyebut konsep musiknya dengan istilah ‘Slamming Kirut Kirut’.

“Kirut-kirut sendiri diambil dari istilah bahasa khas Balikpapan, yaitu ‘asal-asalan’. Memang terdengar nyeleneh, tapi kami serius dalam memainkan genre ini,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Proses kreatif penggarapan demo “Promo 2020” sendiri dimulai oleh para personel Conjuring sejak sekitar pertengahan Desember 2019 hingga awal Mei 2020. Eksekusi rekaman, mixing dan mastering demo semuanya dilakukan mandiri di Borneo Music Lab.

Bagi Conjuring, “Promo 2020” ini merupakan jembatan menuju peluncuran album debut yang saat ini tengah digodok. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *