Capai 50 Tahun, “Paranoid” yang ‘Satanic’ Dirilis Ulang

Bicara tentang musik metal dan tema-tema Satanic, album inilah biangnya. Selain penerapan riff-riff gitar yang rendah, berat, gelap dan kelam, “Paranoid” juga antara lain menyuguhkan lagu “War Pigs”, sebuah komposisi  yang tadinya sempat diniatkan berjudul “Walpurgis”, nama dari semacam ritual Kristen kuno di Eropa, yang bertujuan mengusir pengaruh-pengaruh setan dan penyihir.

Namun pihak label Black Sabbath saat itu, Vertigo Records, menolak judul “Walpurgis” karena terlalu berkonotasi setan. Judul pun diganti menjadi “War Pigs”. Sempat pula diniatkan oleh kuartet Ozzy Osbourne, Tony Iommi, Geezer Butler dan Bill Ward untuk dijadikan judul album. Tapi lagi-lagi ditolak oleh pihak label, yang lantas menetapkan lagu “Paranoid” sebagai judul album karena dianggap berpotensi menjadi lagu hit.

Naluri pihak Vertigo tidak meleset. “Paranoid” yang juga memuat lagu-lagu klasik Black Sabbath lainnya seperti “Planet Caravan” dan “Iron Man” tersebut menjadi satu-satunya album mereka yang berhasil menjejakkan kaki di puncak album terlaris Inggris dalam waktu yang sangat lama. Rekor tersebut baru pecah pada 2013 lalu, saat band yang terbentuk di Inggris pada 1968 ini merilis album “13”.

Diperdengarkan pertama kali pada 18 September 1970, dan bulan ini menandai setengah abad usia perilisan album “Paranoid”. Untuk merayakannya, Black Sabbath bekerja sama dengan Rhino Entertainment bakal merilis “Paranoid: Super Deluxe Edition” pada 9 Oktober 2020 mendatang. Di versi reissue istimewa ini, terkemas empat kepingan CD yang memuat lagu-lagu dari album aslinya, serta tambahan versi Quadradisc Mix in Stereo 1974 dari album tersebut, serta rekaman konser Black Sabbath di Montreux dan Brussels pada 1970 silam. Selain dalam kemasan CD, juga akan diedarkan dalam format lima kepingan piringan hitam.

Lewat akun media sosialnya Jumat lalu, Tony Iommi mengekspresikan rasa bersyukurnya atas pencapaian Black Sabbath sampai hari ini. “Saya menengok kembali, dan terkesima bagaimana kami merilis (album) ‘Black Sabbath’ pada Februari 1970 lalu menjalani tur, (lalu) menulis lagu, merekam dan merilis ‘Paranoid’ hanya dalam waktu tujuh bulan kemudian! Dan keduanya bukan album yang berusia pendek, keduanya sarat lagu-lagu klasik kami,” tuturnya.

Hingga hari ini, “Paranoid” disebut-sebut masih menjadi salah satu album yang sangat kuat mempengaruhi dan ‘menghantui’ perkembangan musik metal dari generasi ke generasi. Salah satu lagu di album tersebut, “Hand of Doom”, dianggap oleh Jerry Cantrell (Alice in Chains) sebagai sebuah mahakarya, yang menghipnotis dan menakutkan serta memiliki alur groove yang menggairahkan.

Scott Ian dari Anthrax secara spesifik menyebut “War Pigs” sebagai ‘suara kiamat’, suara Tuhan yang pendendam, suara hewan monster yang menghancurkan segala sesuatu yang menghalangi jalannya. Mendiang Lemmy Kilmister (Motorhead) menyebut “Iron Man” sebagai lagu dengan riff paling berkesan sepanjang masa, sementara Kerry King (Slayer) mengagumi “Electric Funeral” karena dianggapnya memuat beberapa riff monster yang telah teruji oleh waktu. (MK03)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *