Akhir Perjalanan Karir VAN HALEN yang Menyesakkan

Sekitar sembilan bulan lalu, tepatnya 10 Januari 2020, MUSIKERAS pernah menyuguhkan artikel bertajuk “Karir Van Halen Tamat?”. 

Kecemasan kami di artikel tersebut ternyata kini sungguh-sungguh terjadi. Selasa pagi 6 Oktober 2020 lalu, motor penggerak utama band tersebut, Eddie Van Halen menghembuskan nafas terakhirnya setelah selama beberapa tahun belakangan berjuang melawan kanker tenggorokan dan paru-paru yang dideritanya. Bahkan informasi dari dokter yang merawatnya – seperti yang diberitakan situs TMZ – kanker tersebut telah menyebar hingga ke otak dan organ lainnya dalam 72 jam terakhir.

Edward Lodewijk Van Halen, nama aslinya, meninggal dunia pada usia 65 tahun di Saint John’s Health Center, Santa Monica, California, AS.

“Saya tidak percaya harus menulis ini. Dia ayah terbaik dari yang pernah saya inginkan. Setiap momen bersamanya di atas dan di luar panggung adalah anugerah. Hati saya sangat sedih dan rasanya tidak mungkin bisa benar-benar pulih dari kehilangan ini. Saya menyayangimu Ayah.” Begitu ekspresi kesedihan Wolfgang Van Halen, putra Eddie, via akun Twitter-nya. 

Sejumlah musisi dan gitaris langsung membanjiri berbagai linimasa media sosial, mengungkapkan rasa kehilangan serta apresiasi mereka terhadap kontribusi Eddie Van Halen dalam evolusi rock dan dunia gitar khususnya.

“Eddie Van Halen adalah Mozart modern,” cetus gitaris John 5 (Rob Zombie). “Sangat menyedihkan melihatnya pergi. Dia masih sangat muda. Dia abadi dan akan hidup selamanya. Dia adalah seorang penemu dan pemain gitar terhebat sepanjang masa…. Dia membawa gitar ke wilayah baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan dia adalah pemain yang luar biasa. Dan di atas semua itu, dia juga seorang penulis lagu yang luar biasa. Siapa pun yang pernah belajar gitar telah memainkan riff Van Halen. Eddie seperti seseorang yang mungkin tidak akan pernah kita temui lagi di dunia ini. Dia begitu istimewa!”

Mark Morton dari Lamb of God menyebut Edward Van Halen sebagai pahlawan gitar terhebat di dunia. Dia mendorong batas kemampuan teknis, inovasi, dan gaya. “Eddie sendirian menetapkan standar permainan gitar rock untuk generasinya sendiri dan generasi berikutnya. Dampaknya tidak hanya terbatas pada penguasaan gitar. Sebagai seorang penulis lagu, kepekaan pop dan keahlian lagu Edward mendorong bandnya Van Halen melewati beberapa dekade di seluruh dunia, sukses memuncaki tangga lagu, melewati perubahan ekstrim dalam tren musik populer. Dampaknya pada musik rock tidak dapat diukur. Eddie Van Halen adalah satu-satunya alasan saya bermimpi bermain gitar.”

“Baru saja mendengar kabar yang menghancurkan …. Salah satu ‘raksasa tak tertandingi’ telah pergi. Dia mempengaruhi dan menginspirasi seluruh generasi, termasuk saya sendiri. RIP Edward,” tutur Yngwie Malmsteen via akun Instagram pribadinya. 

“(Saya) Merasakan kesedihan yang dalam dan penghargaan yang luar biasa. Penghargaan dan cinta untuknya lebih besar. Mari luangkan waktu sebentar dan coba bayangkan dunia kita jika dia tidak pernah muncul. Itu tidak terpikirkan. Terima kasih Raja Edward. Anda sangat dicintai dan akan dirindukan,” ujar Steve Vai, juga via Instagram.

Ungkapan kesedihan juga berdatangan dari berbagai musisi ternama. Di antaranya seperti Brian May (Queen), Tony Iommi (Black Sabbath), John Petrucci (Dream Theater), Billy Sheehan dan Mike Portnoy (Sons of Apollo/The Winery Dogs), George Lynch (Dokken), Kirk Hammett (Metallica), Alex Skolnick (Testament), Richie Kotzen (The Winery Dogs), Def Leppard, Scorpions, Megadeth, Anthrax, Rage Against the Machine, KISS, Whitesnake hingga Judas Priest. Termasuk empat nama yang sangat terkait sejarah perjalanan karir Van Halen, yakni Sammy Hagar, Michael Anthony, David Lee Roth dan Gary Cherone.

Dari Indonesia, kami juga meminta ungkapan rasa kehilangan dari salah satu panutan dunia gitar rock di Indonesia, Eet Sjahranie. Mantan gitaris God Bless serta pentolan grup Edane tersebut mengaku beruntung karena sempat menyaksikan langsung konser Van Halen di Los Angeles, AS pada 1986 silam, di masa vokalis Sammy Hagar baru bergabung.

No words other than RIP EVH! Thanks for the music, a guitar hero,” tutur Eet singkat.

Tapi sebagai gitaris yang juga menempatkan sosok Eddie Van Halen sebagai sumber inspirasi, Eet menyebut sangat banyak komposisi lagu dari album Van Halen yang sangat disukainya. Lima di antaranya adalah “Unchained”, “Take Your Whiskey Home”, “Light Up the Sky”, “Naturally Wired” dan “House of Pain”. 

Alasannya? “EVH itu gitaris (era) ’70an yang paling bontot. Warna ‘70an-nya sangat kental, tapi ia telah menggiringnya lebih jauh dibanding para gitaris dari era itu. Ia membuatnya menjadi lebih keras dan cadas, yang telah membuka pintu terhadap (munculnya) hal-hal baru. Lima lagu itulah yang merepresentasikannya.”  

Eddie Van Halen dilahirkan pada 26 Januari 1955, dari pasangan orang tua berkebangsaan campuran Belanda dan Indonesia. Ia lalu dikenal luas sebagai gitaris yang mempopularkan teknik permainan gitar ‘two handed tapping’ serta berbagai inovasi lainnya, yang mulai mengejutkan dunia saat memperdengarkannya lewat komposisi instrumental singkat bertajuk “Eruption” pada 1978.

Pada 1972, ia dan saudaranya, Alex Van Halen membentuk Van Halen di Pasadena, California bersama David Lee Roth dan bassis Mark Stone (selanjutnya digantikan oleh Michael Anthony). Formasi ini lantas melahirkan album studio “Van Halen” (1978), “Van Halen II” (1979), “Women and Children First” (1980), “Fair Warning” (1981), “Diver Down” (1982) dan “1984” (1984). 

Ketika Sammy Hagar bergabung menggantikan David Lee Roth pada Juli 1985, Van Halen melanjutkan karirnya dengan gemilang, menelurkan “5150” (1986), “OU812” (1988), “For Unlawful Carnal Knowledge” (1991) dan “Balance” (1995) – album-album studio yang beramusikan single “Dreams”, “Love Walks In”, “Can’t Stop Lovin’ You”, “Runaround”, “Why Can’t This Be Love”, “When It’s Love”, “Right Now” dan “Don’t Tell Me (What Love Can Do)”.

Terhitung sejak Maret 2019, penjualan seluruh album rekaman fisik Van Halen tercatat telah terjual lebih dari 80 juta keping di seluruh dunia. Bahkan di Amerika serikat, Van Halen adalah salah satu dari hanya lima band rock yang berhasil menempatkan rekor penjualan dua album studionya di atas angka 10 juta keping. (MK03)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *