OMNI: “Kali Ini Eksplorasi Kami Lebih Luas.”

Jangan menyerah pada keadaan, karena akan selalu ada jalan keluar, bagi setiap individu yang percaya!

Kalimat sarat optimisme di atas meluncur dari kubu unit alternative metal asal Jakarta Selatan ini, berkaitan dengan tema lirik single terbaru mereka yang bertajuk “Surrender”. Lagu tersebut bercerita tentang manusia yang hidup di tengah tekanan. Berbagai cara telah dilakukan, tapi tidak juga ada hasil yang didapatkan. Kebuntuan itu membuat dia memutuskan untuk berdoa. Setelah berjuang keras, ia berhenti mengandalkan kekuatannya sebagai manusia tak berdaya, kemudian menyerahkan segala beban dan keluh kesah, kepada sang maha berdaya yakni Tuhannya. 

“Kita semua sepakat, bahwa pandemi adalah masa-masa yang sangat sulit, bagi semua orang. Tapi kami memutuskan untuk tidak menyerah dan memilih untuk tetap produktif di tengah masa sulit ini,” cetus OMNI mengepalkan tekad. 

Dengan segala keterbatasan yang ada dan jadwal perilisan yang sudah disepakati, OMNI memutuskan untuk melakukan proses mixing dan mastering lagu “Surrender” secara mandiri. Keseluruhan proses dieksekusi di Studio Rodinda, Tebet oleh gitaris OMNI yang juga merangkap sebagai produser, Rully Worotikan, dengan bantuan pengawasan dari seluruh personel serta sound engineer Joseph Manurung. 

“Lagu ini telah selesai direkam musik dan vokalnya beberapa bulan sebelum memasuki masa pandemi. (Tapi) Selama pandemi komunikasi tetap berjalan via (aplikasi) grup WhatsApp. Syuting klip dilakukan bulan Juli 2020 dan proses lanjutannya baru bisa dilakukan awal Oktober 2020,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Masih konsisten dengan karakter alternative metal, “Surrender” disajikan dengan penuh dinamika, yang menjadi ciri dari lagu-lagu OMNI. Dan lagu yang merupakan single ketiga dari album kedua OMNI yang bakal segera dirilis pada Februari 2021 mendatang tersebut cukup mewakili konsep segar dari OMNI. 

Menurut band yang juga diperkuat formasi Amank Syamsu (vokal), Rully Worotikan (gitar), Romy Sophiaan (bass) dan Robby Wahyudha (dram) ini, materi-materi di album kedua mereka nanti memiliki referensi lebih luas dibanding karya album sebelumnya. Namun proses pengerjaan musik dan pengemasannya tetap dengan gaya nyeleneh ala OMNI. Beberapa referensinya antara lain berasal dari pengaruh-pengaruh band seperti Faith No More, Anthrax, Deftones, Tool, Avenged Sevenfold, System Of A Down, Periphery, Animal as Leaders hingga Polyphia.

“Perubahan yang signifikan terjadi di area beat drum. Permainan dramer baru membuat kami lebih eksplor di riff-riff atau pattern gitar yang belum pernah digunakan di album sebelumnya.” 

“Surrender” dirilis pada 10 November 2020. Sebelumnya, OMNI telah meluncurkan album penuh berjudul “Medulla Oblongata” (2013) serta single “Negeri Api” (2017) dan “Kita Pasti Bisa” (2019). (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *