WARKVLT: “Deathymn Merepresentasikan Black Metal Seutuhnya.”

Usai merampungkan proses rekaman album mini (EP) “Horde” pada pertengahan 2018 lalu, unit black metal asal Bandung ini langsung tancap gas menggarap materi album baru. Kali ini, Warkvlt menancapkan konsep ‘blood, fire, death’ sebagai tema sentral yang menjadi nadi album terbarunya, “Deathymn” yang diedarkan via Sadist Records. Mereka menganggap, tema tersebut sangat merepresentasikan konsep black metal seutuhnya, yang sebelumnya pernah diaplikasikan dua monster black metal asal Swedia, Bathory lewat album “Blood Fire Death” serta Marduk di tiga album berbeda.

Warkvlt berharap, konsep tersebut memberi ‘warna baru’ di ranah black metal. “Semoga dengan hadirnya album ‘Deathymn’, sang simfoni kematian bisa lebih mewarnai scene black metal lokal dan internasional,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS mempertegas.

Masih dari segi musik, “Deathymn” digarap dengan penambahan berbagai pengaruh dan referensi. Di antaranya, Marduk, Nordjevel, Uada, Dark Funeral hingga Infernal War. Bisa pula dibilang, “Deathymn” sebagai pengembangan dari “Horde”, yang kala itu dibuat untuk menyesuaikan karakter dari masing-masing personel Warkvlt yang hanya menyisakan gitaris D sebagai personel asli. Selebihnya, D (vokal), E (bass/gitar) dan A (dram) merupakan rekrutan baru.

“Oleh karena itu ‘Horde’ dulu dibuat sebagai eksperimen dan perkenalan konsep baru dari Warkvlt. Sembilan lagu di ‘Deathymn’ merupakan pilihan dari sekitar 15 lagu yang dibuat dari pertengahan 2018 hingga akhir 2019, dimana proses pembuatan lagu inilah yang lama karena memang melibatkan seluruh personel dengan background yang berbeda beda. Inilah yang menjadi kendala dan justru menjadi tambahan inspirasi dalam proses kreatif,  dan hal inilah yang paling banyak menyita waktu,” urai D mengungkapkan.

Proses rekaman “Deathymn” – termasuk pemolesan mixing dan mastering – yang dieksekusi di Daevas Studio, Wolf’s lair Chamber dan Escape Studios, Bandung dimulai pada Mei 2019 dan selesai pada Agustus 2020. Banyak proses yang mereka lalui, mulai dari proses bongkar-pasang komposisi lagu, lirik dan lainnya, yang sangat menyita waktu.  

Warkvlt terbentuk pada 21 Juni 2013, sebagai bentuk reinkarnasi dari band sebelumnya, Impish. Nama ‘warkvlt’ sendiri merupakan bentuk modifikasi dari ‘war occulti’ (Bahasa Latin) yang berarti ‘perang rahasia’. Awalnya dihuni oleh formasi Abaddon (vokal), Bathory (bass), Desecrator (gitar), D’von (gitar) dan Blastphemy (dram). Formasi tersebut menghasilkan album “Warkvlt” (2013), “Merdeka” (2015), EP “Ancestor” (2016) serta beberapa single, album split serta sebuah rilisan live, dengan konsep musik yang banyak terpengaruh band thrash dan black metal legendaris dunia seperti Sodom dan Bathory. (aug/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *